Staf Ahli Wali Kota Kendari Jadikan Nobar Film Sengketa Tanah Sarana Edukasi Masyarakat

Ahmad Jaelani

Reporter

Sabtu, 27 Juni 2026  /  9:40 pm

Nobar film Sengketa Tanah di Kendari dimanfaatkan sebagai sarana edukasi cegah praktik mafia tanah. Foto: Ist.

KENDARI, TELISIK.ID - Staf Ahli Pemerintah Kota Kendari, Alda Kasutan Lapae, menghadiri pemutaran perdana (gala premiere) film Sengketa Tanah yang dibintangi Dara dan Mita The Virgin.

Film tersebut mengangkat persoalan sengketa tanah dalam balutan drama dan misteri, serta menyisipkan pesan edukatif terkait pentingnya legalitas kepemilikan tanah.

Film ini disajikan sebagai media edukasi publik yang mengajak masyarakat memahami arti penting sertifikat tanah sebagai bukti sah kepemilikan.

Baca Juga: Profil Prof. Edy Karno, Bakal Calon Rektor yang Bertekad Jadikan UHO Kendari Kampus Kelas Dunia

Alur cerita yang dekat dengan realitas sosial sehari-hari membuat isu pertanahan mudah dipahami, terutama terkait potensi konflik yang dapat muncul akibat lemahnya dokumen kepemilikan.

Nobar film Sengketa Tanah di Kendari angkat isu sertifikat tanah dan pencegahan mafia tanah. Foto: Ist.

 

Selain aspek hiburan, film Sengketa Tanah juga menekankan literasi hukum kepada masyarakat, khususnya terkait kewaspadaan terhadap praktik mafia tanah yang berpotensi merugikan pemilik lahan.

Penyampaian pesan dilakukan melalui pendekatan naratif sehingga informasi tersampaikan dalam konteks cerita.

Kegiatan nobar film Sengketa Tanah di Kendari angkat edukasi sertifikat dan mafia tanah. Foto: Ist.

 

Usai menyaksikan film tersebut, Alda Kasutan Lapae memberikan tanggapan terkait pesan yang disampaikan dalam film. Ia menilai, penyajian cerita mampu menggabungkan unsur hiburan dan edukasi secara seimbang.

"Film Sengketa Tanah memadukan unsur drama, misteri, dan edukasi dengan sangat baik. Di balik cerita yang menarik, masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya memiliki sertifikat tanah sebagai bukti hak kepemilikan yang sah sehingga tidak mudah disalahgunakan atau dialihkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2026).

Nobar film Sengketa Tanah di Kendari sampaikan pesan pentingnya sertifikat tanah resmi. Foto: Ist.

 

Menurutnya, pendekatan cerita yang menggabungkan unsur budaya, kehidupan masyarakat, serta nuansa misteri membuat pesan edukasi lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan. Hal ini dinilai dapat memperluas jangkauan pemahaman masyarakat terhadap isu pertanahan.

Baca Juga: SMAN 11 Kendari Panen Medali di O2SN, Satu Tiket Provinsi Sudah Diamankan

Alda juga menambahkan bahwa media film dapat menjadi sarana alternatif dalam penyampaian edukasi publik, khususnya yang berkaitan dengan isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

"Film ini bukan hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga memberikan edukasi yang kuat mengenai fungsi dan manfaat sertifikat tanah, sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih memahami sejarah kepemilikan tanah di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga dokumen kepemilikan tanah untuk menghindari berbagai persoalan hukum di kemudian hari," tambahnya.

Pemerintah Kota Kendari berharap pesan yang disampaikan melalui film tersebut dapat memperkuat kesadaran masyarakat terkait pentingnya administrasi pertanahan. Pemahaman yang baik diharapkan dapat membantu meminimalkan potensi sengketa tanah maupun praktik mafia tanah di berbagai wilayah. (D-Adv)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS