Tim kedua melakukan penyisiran di tepi sebelah kiri sungai dari LKK sejauh 500 meter ke arah barat (hulu sungai). Dan tim ketiga melakukan penyisiran dengan menggunakan rubber boat sejauh 1 km ke arah barat (hulu sungai).  Di mana kondisi cuaca cerah berawan.

Wahyudi menyebutkan sejumlah unsur yang terlibat dalam pencarian ini yakni Pos SAR Kolaka, BPBD Kolaka Timur, BKSDA Koltim, Polres Kolaka, Polsek Ladongi, Babinsa Wungguloko, SAR Hidayatullah, KPA Kompak Timur, masyarakat setempat dan keluarga korban.

Baca Juga: Konflik Lahan Bandara Maranggo Bergulir, 25 Tahun Tanah Warga Dikuasai Pemerintah Tanpa Kejelasan

Wahyudi juga mengungkapkan kronologis musibah yang menimpa nelayan tradisional tersebut. Berawal Selasa (10/5/2022) lalu sekitar pukul 21.30 Wita pihaknya melalui Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menerima informasi dari seseorang bernama Ibu Lela, sekitar pukul 17.15 Wita, bahwa telah terjadi kondisi membahayakan seorang manusia.

Baca Juga: Sidak Kantor Dinas, Pj Bupati Kolaka Timur Apresiasi Kehadiran ASN Pasca Libur Lebaran