Menurut Mursyid, air dari pegunungan yang masuk ke reservoir masih dalam kondisi keruh sehingga harus melalui proses penyaringan sebelum dialirkan ke permukiman.

“Kan dari gunung masih kabur (keruh). Nah, tiba di sini ada bak untuk memfilter airnya. Setelah sudah bening, barulah dilempar ke warga,” jelasnya.

Sistem tersebut membuat Water Reservoir Anno 1928 memiliki peran penting dalam penyediaan air bagi masyarakat Kota Lama Kendari pada masa lalu.

Mursyid menyebut fasilitas itu masih digunakan hingga 2007. Jika dihitung sejak pertama kali dibangun pada 1928, reservoir tersebut telah beroperasi selama sekitar 79 tahun.

“Terakhir digunakan 2007,” jelasnya.