KENDARI, TELISIK.ID - Peristiwa matahari tepat berada di atas Kabah disebut dengan Istiwa' A'zham atau Rashdul Qiblah. Momentum ini sangat baik dijadikan kesempatan untuk mengecek kembali arah kiblat bagi umat muslim.

Menghadap kiblat adalah salah satu syarat sahnya salat. Kiblat bagi umat Islam adalah bangunan berbentuk kubus terletak di jantung kota Mekah. Dalam Al Quran dalil menghadap kiblat bisa dijumpai pada  surah Al Baqarah (2) ayat ke-148 dan ayat ke-150.

Peristiwa Rashdul Qiblah ini terjadi jika deklinasi matahari sama dengan lintang geografis Kabah. Peristiwa alam matahari di atas Kabah adalah cara yang paling mudah untuk menentukan arah kiblat.

Dalam ilmu falak penentuan arah kiblat bisa menggunakan cara lain, seperti ilmu ukur segitiga bola (dengan menggunakan rumus AQ = ATN (1 / (cotan b x sin a/sin c – cos a x cotan c) dan fenomena bayang matahari atau bayang kiblat (dengan menggunakan rumus BQ = MP + KWK + (SF – SQ) / 15).

Baca juga: KPK Harus Awasi Ketat Penggunaan Anggaran COVID-19