Menurutnya, semakin iman kita baik, amal kita juga baik. "Dan ketika semua dikonversi, harusnya mempertebal iman kita dan memfungsikan bagi kehidupan sekaligus juga berbuah amal salih," kata Haedar.

Kata Haedar, jangan sampai kita luruh. Waktu kita dihabiskan berdebat di medsos. "Iman dan amal salih harus dimiliki sebagai kekuatan kita beragama. Jangan pernah ada setiap muslim baik warga, kader dan elit yang merasa hilang keberagamaannya," ungkapnya. "Padahal iman dan amal salih kita harus bertambah."

Setiap warga, kader dan elit Persyarikatan Muhammadiyah dari pusat hingga ranting, diharapkan Haedar Nashir untuk memperkaya khazanah keislaman menggunakan pendekatan komprehensif, yakni bayani (tekstual), burhani (penalaran ilmiah), dan irfani (reflektif).

"Termasuk dalam menghadapi aspek-aspek mendasar keagamaan maupun untuk kehidupan keseharian," tandasnya.

Tujuannya tidak lain ialah supaya perspektif keagamaan menjadi lebih kaya, mendalam dan luas. Pikiran menjadi lebih jernih dan komprehensif, tidak naif atau bahkan tertinggal.