Baca juga: Tak Ada Lagi Kades Defenitif di Muna, DPMD Bentuk Desk Pilkades

Baca juga: Desa di Konsel Ini Bakal Tolak BLT 2022, Ini yang Dilakukan Warganya

Itu dilakukan untuk mencari motif khas daerah yang akan ditonjolkan dalam setiap kerajinan tangan, khususnya kain batik.

"Banyak yang bisa dijadikan motif kain batik, sambil tetap mempertahankan motif yang sudah ada, misalnya motif cengkeh, coklat, dan lain sebagainya yang betul-betul melambangkan identitas daerah Kolaka Utara," terangnya.

Kedua, pesan Agista, pemerintah daerah perlu menyekolahkan seseorang selama tiga bulan di Jogjakarta, khusus belajar membatik.