Nonton bareng ini diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada mahasiswa terkait pemilu. Selain sebagai peristiwa politik, juga untuk memilih pemimpin bangsa.
Film tersebut diangkat dari latar belakang sosial budaya, yang menceritakan pemilu yang tidak terkelola dengan baik dan hanya dimaknai sebagai peristiwa politik akan menimbulkan keterbelahan.
"Fenomena di masyarakat yang sering terjadi potensi keterbelahan karena perbedaan pilihan sangat besar. Dalam film ini dilakukan meskipun dalam satu keluarga ada perbedaan pendapat, tetapi pada akhirnya perbedaan pilihan itu kita harus saling menerima," jelasnya.
Selain itu, mahasiswa sebagai pemilih pemula juga sebagai pemilih muda yang menempati persentase paling besar dalam komposisi daftar pemilih, sehingga diberikan informasi yang tercerdaskan agar dapat menginisiasi dalam menentukan pilihan secara cerdas tanpa dipengaruhi oleh hal-hal lain.
Rektor Unsultra, Andi Bahrun mengatakan, Pemilu 2024 dapat tersosialisasi dengan masif, segala informasi pemilu dapat diketahui oleh publik.
