Latief juga mengungkapkan bahwa sebelum G30S terjadi, ia telah melaporkan rencana penculikan kepada Soeharto. Pertemuan tersebut terjadi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, tempat dimana Soeharto sedang menjaga anak bungsunya yang dirawat akibat luka bakar.

Baca Juga: Begini Strategi Nabi Muhammad dalam Investasi

Namun, ada versi lain dari cerita ini. Dalam wawancara dengan Der Spiegel pada tahun 1970, Soeharto mengklaim bahwa Latief sebenarnya datang dengan niat jahat.

Menurut Soeharto, Latief bahkan berencana untuk membunuhnya, tetapi mengurungkan niatnya karena situasi yang tidak memungkinkan. Kesaksian Soeharto tentang pertemuan ini sering berubah-ubah, menimbulkan spekulasi tentang kebenaran di balik kejadian tersebut.

Peristiwa G30S yang menewaskan sembilan perwira TNI AD dan satu anggota Polri memicu berbagai teori tentang peran Soeharto dalam peristiwa tersebut. Beberapa pihak menduga bahwa Soeharto sebenarnya mengetahui rencana penculikan para jenderal, tetapi tidak melakukan apa-apa untuk mencegahnya.