“Dari situlah anak-anak yang melihat langsung kami rekrut sesuai dengan bakat mereka. Kami berikan peluang dan tidak dipaksa,” kata Junisba saat ditemui di sekolah, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, siswa diberikan kebebasan untuk memilih kegiatan sesuai dengan minat masing-masing. Mereka dapat mengikuti lebih dari satu kegiatan selama mampu mengatur waktu antara ekstrakurikuler dan pembelajaran.
Sekolah kemudian membuka rekrutmen sehingga siswa dapat memilih sendiri organisasi atau ekstrakurikuler yang sesuai dengan kemampuan dan ketertarikannya.
Selain melalui ekstrakurikuler, pihak kesiswaan juga memantau potensi siswa melalui berbagai kegiatan dan perlombaan akademik maupun nonakademik.
Siswa yang dinilai memiliki bakat kemudian diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai kompetisi, baik yang diselenggarakan instansi maupun sekolah lain.
