Saat itu pemerintah mengirim perahu berisi sejumlah hadiah yang akan diberikan ke orang Sentinel. Namun, setibanya di dekat pulau, anggota suku tampak menolak upaya komunikasi tersebut, mereka membungkuk kepada para pengunjung sebagai tanda bahwa “kita tidak menerima tamu di sini” ungkap Sophie Grig, Senior Research and Advocacy Officer di Survival International dilansir dari Kompas.com.
Saat ini suku Sentinel tinggal di pulau terpencil di Samudra Hindia. Mereka masih menolak berhubungan dengan dunia luar karena menganggap kita orang jahat. Grig berharap, mereka akan tetap di sana dan tidak ada yang mengganggunya. Meski di masa depan, eksploitasi ekonomi, penggundulan hutan, dan penyebaran penyakit bisa mengancam keberadaannya. (C)
Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan
Editor: Kardin
