China Berhasil Ciptakan Taksi Terbang Raksasa, Bisa Muat 10 Orang dan Tempuh Jarak hingga 1.500 Km

Merdiyanto

Content Creator

Minggu, 22 Maret 2026  /  1:48 pm

China berhasil menciptakan terbesar di dunia yang bisa mengangkut 10 penumpang. Foto: Repro Kompas

KUNSHAN, TELISIK.ID - Perusahaan teknologi penerbangan listrik asal Shanghai, AutoFlight, terus mencetak sejarah di industri eVTOL global.

Pesawat V5000 Matrix bernama Sky Dragon berhasil menyelesaikan demonstrasi terbang transisi penuh publik pada 5 Februari 2026 di Kunshan Civil UAV Flight Test & Operation Base.

Ini menjadikannya eVTOL kelas 5 ton pertama di dunia yang berhasil melakukan transisi lengkap dari lepas landas vertikal (VTOL), penerbangan jelajah sayap tetap, hingga mendarat vertikal kembali.

Dengan berat lepas landas maksimum 5,7 ton, Matrix adalah eVTOL listrik terberat yang pernah diterbangkan hingga saat ini.

Dimensinya impresif: lebar sayap 20 meter, panjang badan 17,1 meter, dan tinggi 3,3 meter. Kabin penumpang dirancang luas dengan panjang 5,25 meter, lebar 1,8 meter, tinggi lorong 1,85 meter, serta volume interior 13,9 m³, cukup untuk konfigurasi fleksibel dan nyaman, dilansir dari newatlas.com, Minggu (22/3/2026).

Baca Juga: Rute Shenzhen-Manado Resmi Dibuka, Lion Air jadi Maskapai Pertama Gunakan Pesawat Buatan China C909

Varian penumpang Sky Dragon menawarkan dua pilihan utama:

- 10 kursi kelas bisnis lengkap dengan fasilitas premium seperti, wastafel, toilet, pengatur suhu udara, pencahayaan ambient, serta jendela oversized berukuran 1 m² dengan transmisi cahaya 50% lebih baik.

- 6 kursi VIP untuk pengalaman ultra-eksklusif.

Sementara varian kargo Matrix mampu mengangkut muatan hingga 1.500 kg, dengan pintu depan berukuran besar yang bisa memuat dua kontainer kargo udara standar AKE.

Pesawat menggunakan konfigurasi compound wing “Lift & Cruise” triplane plus 20 motor pengangkat generasi kelima berarsitektur tegangan tinggi, memastikan stabilitas di semua fase penerbangan.  

Performa impresif: versi listrik murni menawarkan jangkauan maksimal 250 km (155 mil), sedangkan varian hibrida-listrik bisa mencapai 1.500 km (932 mil), rekor industri untuk kelas ini, dilansir dari dronelife.com, Minggu (22/3/2026).

Biaya operasional varian kargo diklaim hanya sepersepuluh dari helikopter konvensional tradisional, membuatnya sangat kompetitif untuk transportasi regional point-to-point.

Demonstrasi 5 Februari lalu tidak hanya sukses secara teknis, tapi juga menampilkan formasi bersama pesawat kargo 2-ton CarryAll milik AutoFlight sendiri.

“Pencapaian ini memvalidasi teknologi eVTOL AutoFlight di sistem aerodinamis kompleks, propulsif listrik berdaya tinggi, dan sistem kontrol penerbangan canggih —sekaligus menandai pertama kalinya eVTOL 5 ton berhasil melakukan transisi penuh,” ujar juru bicara AutoFlight.

Matrix lahir dari ambisi China dalam ekonomi ketinggian rendah (low-altitude economy) yang sedang digencarkan pemerintah.

Baca Juga: Kepercayaan Unik Suku Vanuatu, Anggap Pesawat Terbang Tuhan

Dengan dukungan kuat dari raksasa baterai CATL, AutoFlight kini mempercepat proses sertifikasi.

Para analis memprediksi layanan komersial massal baik untuk penumpang bisnis maupun logistik berat bisa terealisasi dalam 3–5 tahun ke depan, terutama di koridor metropolitan Shanghai, Shenzhen, dan Beijing.

Dari taksi udara kecil hingga “bus terbang” berkapasitas 10 orang yang ramah lingkungan dan efisien, AutoFlight Matrix (Sky Dragon) membuktikan bahwa China bukan hanya ikut serta, tapi memimpin revolusi transportasi udara masa depan. (C)

Penulis: Merdiyanto

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS