Harga Ikan di Kota Kendari Belum Stabil, Ini Sebabnya

Erni Yanti

Reporter

Minggu, 17 September 2023  /  4:18 pm

Harga ikan di pasar basah Mandonga dan pasar Anduonohu, Kota Kendari terpantau belum stabil. Foto: Erni Yanti/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Update harga ikan di pasar basah Mandonga dan pasar Anduonohu Kota Kendari, Sulawesi Tenggara terpantau belum stabil, Minggu (17/9/2023).

Meski harga ikan yang belum stabil di kedua pasar tersebut, terlihat masyarakat memadati tempat penjualan ikan hingga berdesak-desakkan.

Salah seorang penjual di pasar basah Mandonga, Jamal (32) mengatakan, kenaikan harga ikan disebabkan oleh cuaca.

Baca Juga: LA Center dan Tim Pemenangan Ganjar Sulawesi Tenggara Gelar Baksos

Kondisi cuaca dengan angin kencang, membuat ombak di laut tidak menentu dan cenderung besar, menyebabkan hasil tangkapan nelayan juga berkurang.

"Harga ikan masih mahal, masih keras ombak di laut, jadi nelayan kurang juga pendapatan, satu gabus harga Rp 800 ribu sebelumnya bisa dapat Rp 500 ribu," kata Jamal.

Ia juga menegaskan, kenaikan harga ikan bervaritif, mulai dari ikan lajang, ikan malajang Rp 40 ribu per Kg, lajang Rp 35 ribu per Kg, boto-boto Rp 40 ribu per Kg.

Senada, penjual ikan di pasar Anduonohu, Iki (36) mengatakan, harga ikan masih terbilang cukup mahal.

Baca Juga: Kinerja Baik Selama 2 Dekade, Bank Sultra Raih Tropi Platinum di Infobank Award 2023

"Belum stabil harga ikan, karena cuaca di laut juga masih keras ombak, tapi sudah sedikit turun dari sebelumnya," tandasnya.

Sementara menurut salah satu pembeli, Siti Yusrida (34) mengatakan, harga ikan di pasar Mandonga sudah turun, namun belum stabil.

"Harganya belum stabil tapi lumayan turun, sebelumnya kita dapat paling murah Rp 50 ribu per Kg sekarang bisa dapat Rp 40-35 ribu per Kg," bebernya. (A)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS