Bravo Oleh-Oleh Sultra Tampung Lebih 200 Produk UMKM, Kacang Mete Tetap Andalan
Erni Yanti, telisik indonesia
Sabtu, 21 Februari 2026
0 dilihat
Suasana Bravo Oleh-Oleh Kendari Cabang Bayypas, tersedia 200 lebih produk UMKM. Foto: Erni Yanti/Telisik
" Bravo terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat belanja khas Sulawesi Tenggara "

KENDARI, TELISIK.ID - Toko oleh-oleh Bravo terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat belanja khas Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan menghadirkan ratusan produk UMKM lokal.
Sejak berdiri pada 1990, Bravo yang awalnya hanya menjual kacang mete, kini berkembang menjadi gerai oleh-oleh dengan lebih dari 200 produk UMKM Sultra.
Pemilik Bravo Kendari Barat, Yanto Honandar menjelaskan, pada awal berdiri, produk yang dijual hanya kacang mete dengan dua varian rasa, yakni asin dan manis. Namun seiring waktu, varian tersebut berkembang menjadi lima rasa, seperti bumbu pedas, wijen madu, hingga mete oven asin.
“Selain kacang mete, sekarang ada bagea mete, bagea keju, teng-teng mete, hingga keripik mete original dan keripik mete jintan hitam,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Tak hanya makanan, Bravo juga menyediakan produk fashion dan kerajinan khas daerah, seperti kain tenun khas Sultra, baju adat, kaos oleh-oleh, hingga aneka cenderamata seperti gantungan kunci, mutiara, dan perhiasan.
Saat ini, Bravo memiliki tiga cabang aktif, yakni di Kota Baubau tepat di depan Pantai Kamali, di Mandonga, serta di Bypass Kendari. Cabang awal di Wua-Wua telah ditutup setelah pembukaan gerai di Bypass.
Meski telah berkembang cukup besar, manajemen Bravo mengaku tetap berhati-hati dalam rencana ekspansi.
“Ke depan ada rencana menambah cabang, tapi harus melalui riset pasar dan persiapan matang. Untuk sementara kami fokus memperbanyak produk UMKM berkualitas,” katanya.
Dalam menyeleksi produk UMKM, Bravo menerapkan kurasi ketat. Produk harus memenuhi standar dari segi rasa, tampilan kemasan, dan kualitas produk.
Baca Juga: Pemkot Kendari Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 1447 H, Ini Rinciannya
Selain itu, wajib memiliki sertifikat halal dan PIRT, serta lebih baik lagi jika dilengkapi BPOM. Merek juga diharapkan sudah memiliki hak kekayaan intelektual (HAKI).
“Kalau mau masuk ke Bravo, pelaku UMKM bisa langsung membawa produk lengkap dengan sertifikasi, nama pemilik, dan nomor telepon ke Bravo Mandonga. Nanti tim kami akan melakukan seleksi,” jelasnya.
Dalam setahun, jumlah produk yang masuk bervariasi. Tahun ini tercatat hampir 100 produk baru yang diseleksi, mayoritas bergerak di bidang makanan.
Bahkan, sejak tahun 2025 hingga sekarang, lebih dari 30 produk baru telah resmi masuk ke etalase Bravo.
Bravo juga menekankan pentingnya konsistensi stok bagi mitra UMKM. Jika produk sering kosong tanpa pengiriman ulang yang cepat, kerja sama dapat dihentikan. Hal ini untuk menjaga kepuasan pelanggan, termasuk pembelian secara online.
“Kami juga jual online. Jangan sampai produk sudah dipajang tapi stok kosong, itu bisa mengecewakan pembeli,” ujarnya.
Promo rutin biasanya digelar setiap Desember bertepatan dengan hari ulang tahun Bravo. Selain itu, Bravo juga bekerja sama dengan sejumlah mitra, seperti maskapai penerbangan.
Salah satunya bersama Garuda Indonesia, di mana pelanggan cukup menunjukkan boarding pass untuk mendapatkan diskon hingga 30 persen untuk produk tertentu, termasuk diskon 3 persen untuk makanan dan minuman.
Selain itu, Bravo juga pernah bekerja sama dengan tempat refleksi, di mana pembelanjaan Rp 150 ribu mendapatkan voucher refleksi gratis 30 menit.
Menjelang Idul Fitri, Bravo menyediakan hampers khusus, meski tidak selalu disertai promo besar. Untuk pembelian dalam jumlah besar oleh instansi atau perusahaan, sistem pemesanan dilakukan dengan pemberitahuan lebih awal dan uang muka (DP). Biasanya diberikan potongan harga khusus.
Produk di Bravo dijual dengan harga bervariasi. Kacang mete dibanderol mulai Rp 18 ribu, teng-teng mete Rp 13 ribu, terasi Rp 5 ribu, dan cokelat mulai Rp 10 ribu. Kacang mete tetap menjadi produk paling diminati pelanggan, disusul cokelat, kopi, jus, dan terasi.
Untuk pelayanan, Bravo mengedepankan kenyamanan pelanggan. Layanan packing disediakan gratis, termasuk penggunaan kotak dan pengemasan rapi dengan tali agar mudah dibawa. Karyawan juga rutin mendapatkan pelatihan agar mampu memberikan rekomendasi produk terbaik kepada pembeli.
Sementara itu, Admin Bravo, Marni menegaskan, pelayanan menjadi prioritas utama dalam operasional toko.
“Sistem kami mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan. Kalau ada banyak antrean, kami upayakan agar pelanggan tidak menunggu terlalu lama. Staf harus sigap dan cepat melayani,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, apabila ada pelanggan yang kebingungan memilih oleh-oleh, karyawan akan langsung memberikan saran produk yang sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Geogea Group Perkuat Sistem dan Integritas Hadapi Persaingan Tambang 2026
“Kalau ada yang bingung cari oleh-oleh, kami bantu rekomendasikan produk yang paling cocok, baik untuk keluarga maupun untuk dibawa ke luar daerah,” tambahnya.
Menjelang Idul Fitri, manajemen memastikan stok produk selalu lengkap dan staf bekerja lebih sigap melayani lonjakan pembeli.
Cabang Bypass buka pukul 07.00 Wita hingga 22.00 Wita, sementara cabang Mandonga beroperasi pukul 07.30 Wita hingga 20.00 Wita.
Ke depan, Bravo berharap dapat membantu lebih banyak UMKM Sultra, bahkan hingga ratusan atau ribuan pelaku usaha, guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (B)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS