Setahun Pegang Kendali Sulawesi Tenggara, Berikut Keberhasilan ASR-Hugua dari Infrastruktur hingga Pendidikan
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Sabtu, 21 Februari 2026
0 dilihat
Setahun Andi Sumangerukka (kanan) dan Hugua (kiri) memimpin, pembangunan infrastruktur, pangan, pendidikan Sulawesi Tenggara menunjukkan kemajuan. Foto: Facebook@PPID Provinsi Sultra
" Sejumlah program pembangunan mulai menunjukkan hasil di berbagai daerah "

KENDARI, TELISIK.ID - Genap setahun Andi Sumangerukka (ASR) dan Hugua memimpin Sulawesi Tenggara, sejumlah program pembangunan mulai menunjukkan hasil di berbagai daerah.
Aktivitas masyarakat di daratan dan kepulauan berjalan seperti biasa pada awal tahun ini. Namun di balik rutinitas itu, pemerintah provinsi mencatat perubahan pada akses jalan, fasilitas publik, serta layanan pendidikan yang perlahan diperbaiki.
Laporan kinerja tahunan menjadi penanda satu tahun kerja pemerintahan daerah sejak dilantik pada Februari 2025.
Sejumlah proyek fisik yang sebelumnya dalam tahap perencanaan kini telah selesai dikerjakan. Jalan penghubung antarwilayah diperbaiki, jaringan irigasi direhabilitasi, dan fasilitas umum ditambah untuk mendukung pelayanan publik.
Di beberapa kabupaten, warga merasakan dampak langsung dari perbaikan tersebut. Waktu tempuh distribusi hasil kebun dan perikanan menjadi lebih singkat. Kendaraan logistik dapat menjangkau desa yang sebelumnya sulit diakses saat musim hujan. Kondisi ini berpengaruh pada aktivitas ekonomi harian.
Berdasarkan data yang diterima telisik.id, Sabtu (21/2/2026), catatan capaian pembangunan itu kemudian dirangkum dalam evaluasi tahunan. Infrastruktur, ketahanan pangan, dan pendidikan menjadi tiga sektor yang paling banyak menyerap anggaran sekaligus tenaga kerja lokal sepanjang 2025.
1. Infrastruktur Mulus dan Konektivitas Antarwilayah
Program Jalan Mulus Antarwilayah atau JAMAAH mencakup sepuluh paket rekonstruksi dan peningkatan jalan di berbagai kabupaten. Rekonstruksi Jalan Motaha–Alangga di Kabupaten Konawe Selatan sepanjang 0,86 kilometer telah selesai dikerjakan.
Baca Juga: Pemkot Kendari Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 1447 H, Ini Rinciannya
Peningkatan Jalan Lambale–Ereke di Kabupaten Buton Utara sepanjang 1,02 kilometer juga rampung.
Perbaikan turut dilakukan pada ruas Poli-polia hingga batas kabupaten di Konawe Selatan sepanjang 10,508 kilometer. Sementara itu, rehabilitasi Jalan Alangga–Tinanggea sepanjang 2,16 kilometer difokuskan pada penguatan struktur jalan yang sebelumnya sering rusak akibat genangan air.
Di kawasan Kendari, perbaikan Jalan Brigjen Katamso dan Pramuka disertai penataan drainase untuk mengurangi genangan saat hujan. Pekerjaan ini ditujukan untuk memperlancar arus kendaraan di pusat kota sekaligus mendukung aktivitas pelayanan publik.
Selain jalan, pemerintah provinsi memperkuat sektor irigasi dengan normalisasi sungai, pembangunan pengaman pantai, serta rehabilitasi jaringan air di beberapa titik persawahan.
Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga produktivitas lahan pertanian dan mengurangi risiko kerusakan akibat longsor maupun abrasi.
Melalui program perumahan rakyat, pembangunan prasarana lingkungan seperti jalan setapak, drainase, penerangan jalan, serta sumur bor dilakukan di 16 kabupaten dan kota.
Sebanyak 200 rumah tidak layak huni juga direhabilitasi. Kegiatan ini melibatkan tenaga kerja lokal sehingga berdampak pada penyerapan tenaga kerja.
2. Ketahanan Pangan dan Produksi Peternakan
Di sektor pangan, laporan produksi daging sapi menunjukkan surplus sebesar 6.069.416 kilogram sepanjang 2025. Mayoritas kabupaten mencatat produksi lebih tinggi dibanding konsumsi. Kondisi ini memungkinkan distribusi ke wilayah lain serta memperkuat cadangan pangan daerah.
Sentra peternakan di daratan Konawe, Kolaka, dan Bombana memperluas populasi ternak melalui bantuan bibit serta pendampingan teknis. Pemerintah juga menyalurkan alat mesin pertanian untuk mendukung ketersediaan pakan dan efisiensi kerja petani.
Untuk komoditas ayam dan telur, pemerintah masih mencatat kekurangan pasokan. Dinas terkait menyalurkan benih padi dan jagung sebagai bahan baku pakan ternak. Program tersebut dijalankan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi peternak lokal.
Distribusi pangan menjadi lebih lancar seiring perbaikan akses jalan desa. Pedagang dari wilayah kepulauan dapat mengirim hasil bumi ke pasar utama tanpa hambatan berarti. Rantai pasok yang lebih pendek membantu menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.
3. Pendidikan Merata dan Penguatan Sekolah Unggulan
Bidang pendidikan memperoleh dukungan melalui pengadaan mobiler kelas, peralatan laboratorium, komputer, serta perangkat teknologi informasi di puluhan SMA, SMK, dan SLB. Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas sarana belajar mengajar.
Baca Juga: Pemprov Sultra Tegaskan Tak Ada Daerah Dianaktirikan, Alokasi Pembangunan Berbasis Skala Prioritas
Pemerintah provinsi menyalurkan beasiswa Rp 3,5 miliar bagi siswa kurang mampu dan Rp 500 juta bagi siswa berprestasi tingkat nasional maupun internasional. Dana tersebut disalurkan bertahap melalui sekolah dan dinas pendidikan setempat.
Program Sekolah Unggul Garuda dibangun di Desa Lebo Jaya, Konawe Selatan, dengan konsep asrama dan tenaga pengajar khusus. Sekolah ini direncanakan mulai menerima siswa pada Juli 2026. Selain itu, Sekolah Rakyat di Kendari juga telah beroperasi dengan sistem boarding school untuk jenjang dasar dan menengah.
Melalui Dana Alokasi Khusus fisik, pemerintah melakukan rehabilitasi 95 unit SMA, pembangunan dua SMA baru, 25 unit SMK, serta 10 unit SLB. Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan menengah di wilayah daratan dan kepulauan.
Satu tahun pemerintahan ASR-Hugua menunjukkan rangkaian program yang tersebar di berbagai sektor. Infrastruktur dasar diperbaiki, produksi pangan diperkuat, dan fasilitas pendidikan ditingkatkan. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS