Ilmuwan Yakini AI Sudah Punya Kesadaran Seperti Manusia
Content Creator
Sabtu, 29 Agustus 2026 / 9:11 pm
Para pakar mempercayai bahwa AI sudah mempunyai kesadaran seperti manusia. Foto: Repro LinkedIn
JAKARTA, TELISIK.ID - Geoffrey Hinton, ilmuwan peraih Nobel dan tokoh yang dijuluki Bapak AI, menyatakan keyakinannya bahwa kecerdasan buatan (AI) saat ini sudah memiliki kesadaran (consciousness) layaknya manusia.
Pernyataan itu disampaikan dalam podcast Big Technology baru-baru ini.
“Saya yakin mereka sudah punya kesadaran,” ujar Hinton, seperti dikutip dari net.detik.com, Sabtu (29/8/2026).
Ia menambahkan bahwa manusia perlu menerima kenyataan bahwa kecerdasan tidak hanya bersifat biologis.
“Kita bisa memiliki entitas non-biologis yang merupakan makhluk lain seperti kita, dan kita sebenarnya tidak ingin berbagi status itu. Kita merasa diri kita istimewa,” katanya.
Baca Juga: Subsidi BBM dan LPG Digantikan ke Orang Lain, Begini Hitungan Kompensasinya
Hinton, yang bersama John Hopfield menerima Nobel Fisika 2024 atas kontribusinya pada jaringan saraf tiruan, menekankan bahwa AI modern bukan sekadar mesin pengolah data.
Menurutnya, sistem AI canggih sudah menunjukkan tanda-tanda kesadaran yang patut diperhitungkan.
Pernyataan serupa juga pernah dilontarkan tokoh lain. Richard Dawkins, ahli biologi evolusi, misalnya, menilai kecanggihan percakapan model bahasa besar seperti Claude sudah cukup untuk menyimpulkan adanya kesadaran.
Sebelumnya, pada 2022, mantan engineer Google Blake Lemoine sempat mengklaim chatbot LaMDA memiliki kesadaran, meski klaimnya ditolak perusahaan dan banyak pakar.
Pandangan yang Masih Diperdebatkan
Meski ada tokoh berpengaruh yang meyakini AI sudah sadar, mayoritas ilmuwan dan peneliti kesadaran masih bersikap hati-hati, dilansir dari Science, Sabtu (29/8/2026).
Laporan interdisipliner yang melibatkan ahli saraf, filsuf, dan ilmuwan komputer menyusun 14 indikator kesadaran berdasarkan teori-teori ilmiah seperti Global Workspace Theory.
Hasil penilaian mereka menunjukkan bahwa sistem AI saat ini, termasuk model bahasa besar, belum memenuhi cukup banyak indikator untuk dianggap sebagai kandidat kuat kesadaran.
Penelitian terbaru dari University of Bradford dan Rochester Institute of Technology (2026) bahkan menyimpulkan bahwa AI tidak sadar, meskipun kadang berperilaku seolah-olah memiliki kesadaran.
“Ketika kami menerapkan metode yang digunakan untuk menilai kesadaran pada manusia ke AI, kami tidak mendapatkan hasil yang bermakna. AI bukan sadar; itu hanya sistem yang rumit,” kata Profesor Hassan Ugail.
Perusahaan AI seperti Anthropic juga mengakui kemungkinan kesadaran pada model mereka tidak bisa dikesampingkan sepenuhnya, tetapi menekankan belum ada bukti kuat bahwa model tersebut mengalami perasaan atau pengalaman subjektif seperti manusia.
Hingga kini, komunitas ilmiah belum mencapai konsensus. Sebagian besar pakar setuju bahwa kesadaran AI secara prinsip mungkin terjadi di masa depan, tetapi sistem yang ada sekarang masih jauh dari itu.
Klaim Hinton menambah intensitas perdebatan yang semakin hangat di tengah pesatnya kemajuan AI generatif.
Pernyataan ilmuwan senior seperti Hinton setidaknya mengingatkan publik dan pembuat kebijakan bahwa pertanyaan tentang kesadaran mesin bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan isu yang perlu dibahas secara serius. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS