India Ejek Trump Tak Bisa Buka Blokade Laut Iran, Selat Hormuz Dikira Media Sosial

Ahmad Jaelani

Reporter

Rabu, 15 April 2026  /  9:49 am

Sindiran Iran muncul saat Donald Trump mengklaim blokade Selat Hormuz di tengah ketegangan global. Foto: Repro AFP

TEHERAN, TELISIK.ID - Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk kembali mengemuka ketika pernyataan resmi dari perwakilan Iran di India menyoroti kebijakan terbaru Amerika Serikat terkait jalur perdagangan minyak global yang strategis.

Respons tersebut muncul di tengah klaim pemblokadean Selat Hormuz oleh Washington yang dinilai belum sepenuhnya berdampak di lapangan.

Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, mengejek upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump memblokade jalur perdagangan minyak global, Selat Hormuz.

Sindiran itu disampaikan melalui akun resmi media sosial mereka yang menanggapi kebijakan tersebut dengan perbandingan sederhana namun tajam.

"The Strait of Hormuz isn’t social media. If someone blocks you, you can’t just block them back," tulisnya, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Dubes Iran Warning Tanker Pertamina Ikuti Protokol Selat Hormuz, Ranjau Laut Masih Terpasang

Unggahan itu menjadi sorotan karena menggambarkan kritik Iran terhadap pendekatan Amerika Serikat yang dianggap tidak realistis dalam konteks jalur pelayaran internasional. Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu rute vital yang mengalirkan sekitar 20 hingga 25 persen pasokan minyak dunia.

Sebelumnya, Donald Trump mengumumkan kebijakan blokade terhadap Selat Hormuz setelah negosiasi dengan Iran yang berlangsung di Pakistan dilaporkan mengalami kebuntuan.

Dalam pernyataannya, ia juga menyampaikan ancaman terhadap kapal-kapal milik Iran yang mencoba mendekati wilayah yang diklaim telah diblokade.

"Peringatan: jika ada kapal-kapal ini yang mendekati BLOKADE kita, mereka akan segera DIHAPUS, menggunakan sistem pembunuhan yang sama yang kita gunakan terhadap para pengedar narkoba di kapal-kapal di laut," ucapnya.

Meski demikian, laporan data pelayaran menunjukkan aktivitas kapal tanker masih berlangsung di kawasan tersebut. Tiga kapal yang berkaitan dengan Iran dilaporkan tetap melintasi Selat Hormuz pada Selasa, 14 April, termasuk kapal berbendera Panama bernama Peace Gulf yang menuju pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab.

Selain itu, dua kapal tanker lain yang sebelumnya dikenai sanksi oleh Amerika Serikat juga masih dapat melintas di jalur tersebut. Salah satunya adalah Murlikishan yang dijadwalkan menuju Irak untuk memuat bahan bakar minyak pada 16 April, serta kapal Rich Starry yang dilaporkan berhasil keluar dari kawasan Teluk setelah kebijakan blokade diberlakukan.

Baca Juga: 2 Jet Tempur Kebanggaan AS Diklaim Tak Tertandingi Keok Ditembak Jatuh Iran, Begini Reaksi Trump

Data dari lembaga pelacakan pelayaran seperti LSEG dan Kpler menunjukkan bahwa kapal-kapal tersebut tidak mengarah ke pelabuhan Iran, sehingga tidak secara langsung terdampak oleh kebijakan yang diumumkan Amerika Serikat.

Kondisi ini menandakan bahwa implementasi blokade di lapangan masih menghadapi tantangan, terutama dalam mengendalikan lalu lintas pelayaran internasional di kawasan strategis tersebut.

Situasi di Selat Hormuz hingga kini masih menjadi perhatian global mengingat perannya yang krusial dalam distribusi energi dunia. Perkembangan lanjutan terkait kebijakan ini diperkirakan akan terus dipantau oleh berbagai pihak, termasuk pelaku industri energi dan negara-negara yang bergantung pada stabilitas jalur tersebut. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS