Ingin Cegah Penuaan Dini? Yuk, Konsumsi 5 Makanan Ini

Fitrah Nugraha

Reporter

Sabtu, 01 Januari 2022  /  11:07 am

Rutin mengonsumsi alpukat dapat membantu tubuh melawan radikal bebas dan mencegah kerusakan kolagen pada kulit.  Foto: Repro detik.com

KENDARI, TELISIK.ID - Terlihat muda dan fresh menjadi keinginan setiap orang. Namun untuk mewujudkan keinginan tersebut membutuhkan upaya yang konsisten.

Salah satu cara yang mudah dilakukan agar tetap terlihat fresh di masa tua atau mencegah penuaan dini adalah dengan makanan.

Mengutip kontan.co.id, proses penuaan dini bisa terjadi akibat kebiasaan tak sehat, mulai dari kurang tidur, stres, berada di ruangan berpendingin udara terlalu lama, polusi udara, sampai terkena radiasi matahari. 

Selain menghindari pemicu dari kebiasaan tak sehat itu, konsumsi makanan yang bisa membantu kesehatan kulit juga merupakan cara mencegah penuaan dini.  

Dikutip dari bodyandsoul.com, berikut lima makanan terbaik untuk kesehatan kulit atau mencegah penuaan dini:

1. Ganggang hijau 

Tumbuhan yang bisa hidup di air tawar dan asin ini banyak mengandung nutrisi untuk kesehatan kulit, seperti antioksidan dan anti-aging. 

Selain dua zat itu, ganggang hijau juga kaya betakaroten dan vitamin C, yang keduanya pun bermanfaat meningkatkan kesehatan kulit. 

Ganggang hijau juga kaya klorofil atau zat hijau daun, yang dapat membantu proses detoksifikasi atau membuang racun dari dalam tubuh. 

2. Semangka 

Semangka kaya kandungan antioksidan lycopene yang memiliki sifat kuat untuk melawan penuaan dini. 

Baca Juga: 5 Manfaat Minum Air Hangat Setiap Hari, Salah Satunya Cerahkan Kulit

Buah ini juga sumber vitamin A dan C yang memberikan nutrisi bagi kulit dan dapat mencegah perubahan warna dan keriput pada kulit.  

Tak hanya buahnya, biji semangka juga mengandung vitamin dan antioksidan yang bermanfaat bagi kulit. 

Adapun antioksidan lycopene juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan kanker. 

3. Alpukat 

Alpukat merupakan sumber vitamin E dan antioksidan, yaitu nutrisi pencegah kerusakan oksidatif di tubuh. 

Rutin mengonsumsi alpukat dapat membantu tubuh melawan radikal bebas dan mencegah kerusakan kolagen pada kulit. 

Radikal bebas adalah molekul tak berpasangan yang dalam prosesnya akan mencari elektron atau sel lain dengan sangat reaktif. 

Akibat proses pencarian ini banyak sel-sel di dalam tubuh rusak sehingga memicu penuaan dini dan penyakit lain. 

Adapun kolagen adalah salah satu protein dalam tubuh yang berfungsi menjaga kulit tetap kencang dan lentur. 

Kandungan lemak tak jenuh dan betakaroten tinggi pada alpukat juga dapat menyehatkan kulit dan melindungi kulit dari tanda-tanda penuaan. 

Betakaroten merupakan provitamin A yang akan berubah menjadi vitamin A di dalam tubuh sehingga sangat baik untuk penglihatan, reproduksi, dan proses metabolisme lainnya. 

4. Kunyit 

Rempah-rempah ini dapat meningkatkan kesehatan dan merupakan anti-aging karena mengandung antioksidan yang sangat efektif yaitu curcumin. 

Kandungan curcumin pada kunyit juga mampu meminimalisir Anda terkena kanker dan serangan jantung. 

Baca Juga: Yuk, Jaga Kesehatan Otot Jantung dengan Cara Ini

Selain itu, kunyit juga dapat membantu menguatkan daya ingat  dan mengurangi risiko Anda terserang penyakit alzheimer, yaitu gangguan pada otak yang berakibat penurunan daya ingat hingga kemampuan mental. 

5. Salmon 

Ikan salmon banyak mengandung omega 3, lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh. Omega 3 mempunyai peranan penting untuk kesehatan kulit karena dapat mencegah kulit kering dan penuaan dini. 

Omega 3 secara alami menghasilkan minyak yang berfungsi sebagai pelembab bagi kulit. 

Lemak tak jenuh ini juga dapat meningkatkan kelenturan dan kekencangan kulit serta dapat membantu memperbaiki kerusakan kulit. 

Salmon yang hidup di perairan laut lepas bahkan mengandung astaxanthin yaitu antioksidan super yang membantu memerangi tanda-tanda penuaan. 

Astaxanthin juga dapat menekan risiko tubuh terkena kanker, serangan jantung, dan penyakit karena penurunan fungsi jaringan atau organ tubuh (neurodegeneratif). (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali