Ingin Tahu Handphone Kamu Asli Atau Palsu? Begini Caranya

Nurdian Pratiwi

Reporter

Selasa, 18 Januari 2022  /  10:30 am

Yuk lebih teliti saat membeli handphone, dengan cara mengecek fake dan realnya terlebih dahulu sebelum membeli. Foto: Repro mymacsense.com

JAKARTA, TELISIK.ID - Di zaman modern ini, pasti kita sudah tidak kaget lagi dengan maraknya aksi penipuan. Bahkan beberapa pihak banyak yang melakukan kegiatan ilegal tersebut, dengan tujuan hanya untuk mendapat keuntungan diri sendiri.

Salah satunya, melakukan bisnis dengan cara curang seperti pada industri teknologi, yakni menjual smartphone palsu.

Alhasil banyak pengguna smartphone yang mendapat kerugian karena mengira handphone yang mereka beli adalah asli eh ternyata palsu.

Untuk itu, kita sebagai pengguna yang cerdas harus lebih teliti dan mengenali barang yang akan kita beli sebelumnya.

Mengutip dari liputan6.com, berikut beberapa tips membedakan ponsel Android asli atau palsu. 

1. Mengecek langsung bentuk fisik

Bentuk fisik ponsel Android palsu memang bisa sangat identik dengan aslinya. Namun, tetap saja akan ada perbedaan antara ponsel asli atau palsu. Untuk itu, sebelum membeli disarankan untuk mengecek informasi singkat tentang ponsel yang akan dibeli.

Dari situ, paling tidak Anda dapat mengetahui bentuk fisik dan material yang digunakan. Jadi, ketika membeli sebuah ponsel, Anda patut curiga ketika ada bagian yang terlihat berbeda.

2. Pastikan nomor IMEI

Setiap ponsel dipastikan memiliki nomor IMEI-nya masing-masing. Untuk itu, ketika membeli sebuah ponsel, tak ada salahnya untuk terlebih dulu mengecek nomor IMEI dengan menekan tombol *#06#. Dari situ, nomor IMEI ponsel akan keluar.

Jika sudah muncul nomor IMEI dapat dicocokkan dengan nomor yang tertera di kotak penjualan. Dan, jika masih belum yakin, nomor IMEI dapat dicek langsung di situs imei.info. Di situs itu nantinya dapat dimunculkan informasi lebih tentang ponsel yang dimaksud.

3. Gunakan aplikasi pihak ketiga

Untuk memastikan sebauah ponsel Android asli atau palsu, dapat juga menggunakan aplikasi gratis yang tersedia di Google Play Store.  Ada beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk mengetahui informasi pasti tentang ponsel tersebut. Beberapa di antaranya adalah AnTuTu Benchmark atau CPU-Z.

AnTuTu biasanya digunakan untuk menguji benchmark sebuah ponsel. Dalam hasil pengujian biasanya akan disertakan data dan juga performa ponsel. Oleh karena itu, setelah hasil pengujian diperoleh, dapat juga dibandingkan dengan ulasan terkait ponsel itu dari sumber lain, misalnya di internet.

Jika ternyata hasil pengujian berbeda jauh dengan ulasan yang ada, tak ada salahnya untuk curiga bahwa ponsel tersebut tidak asli.   Sementara aplikasi CPU-z digunakan untuk mengetahui informasi dan spesifikasi seputar ponsel tersebut. Anda juga dapat membandingkannya dengan informasi dari laman resmi vendor atau situs internet yang pernah mengulasnya.

5. Jangan tergiur harga murah

Ini adalah salah satu cara yang tidak teknis, namun cukup jitu. Sebaiknya, jangan tergiur dengan ponsel kelas atas yang tiba-tiba dijual dengan harga murah. Anda perlu memastikan harga di pasaran dengan penawaran yang diberikan. Jika ternyata harga yang ditawarkan jauh berada di harga pasaran. Anda sudah sewajarnya curiga.

Selain itu, kartu garansi dapat juga dijadikan ukuran. Sebab, kartu garansi biasanya ada dalam satu paket penjualan di ponsel Android saat ini, selain kabel data, kepala charger, dan juga buku panduan.

Baca Juga: Ternyata Ini Sebabnya Sinyal Ponsel Sering Lemot Saat Hujan

Selain cara di atas, kamu juga bisa pakai cara ini, seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com, Herry SW menyebutkan ada sejumlah cara untuk membedakan ponsel dengan garansi resmi dan ponsel ilegal.

1. Cek Kardus

Pertama, periksa kardus ponsel lalu cari stiker IMEI. Jika ada keterangan "Dirakit di Indonesia" atau "Diproduksi di Indonesia" dapat dipastikan ponsel itu bergaransi resmi.

2. Cek distributor

Herry mengatakan, ada ponsel yang tidak dirakit di Indonesia tetapi diimpor penuh di China seperti Oppo dan Huawei. Kedua merek ponsel itu menggunakan distributor Indonesia yakni PT Indonesia Oppo Electronics dan PT Sat Nusapersada maka garansi ponselnya pun resmi.

3. Beli ponsel di gerai offline

Cara lain menurut Herry agar calon pembeli terhindar dari ponsel ilegal yakni membeli ponsel di gerai offline resmi di Indonesia seperti Erafone, Oke Shop, dan Telesindoshop.

Baca Juga: Ingin Download Video Instagram Tanpa Aplikasi Tambahan? Begini Caranya

Gimana nih teman-teman? Semoga cara tadi dapat membantu yah. (C)

Reporter: Nurdian Pratiwi

Editor: Haerani Hambali