Kembangkan Budidaya Tanaman Jambu, Pemuda Ini Raih Omzet Menggiurkan

Putri Wulandari

Reporter Muna Barat

Senin, 25 April 2022  /  12:34 pm

La Ode Abdul Wahid. Foto: Putri Wulandari/Telisik

MUNA BARAT, TELISIK.ID - Dalam menerapkan konsep agroliterasi, pemuda asal Desa Marobea, Kabupaten Muna Barat (Mubar), La Ode Abdul Wahid, berhasil dalam bidang pertanian.

Ia membudidayakan bermacam jenis jambu, dengan meraup omzet yang cukup menggiurkan.

La Ode Abdul Wahid mengaku bisnis yang ia jalani semenjak akhir tahun 2020 lalu, punya prospek yang sangat cerah. Bisnis yang awalnya hanya sekedar coba-coba, kini mengundang banyak permintaan pasar.

Wahid, sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa awalnya ia berbisnis aneka olahan  kelor. Namun, usaha itu harus mandek karena keterbatasan modal. Ia pun beralih budidaya jambu dengan berbagai jenis, di mana  mulanya tanaman jambu itu untuk menarik minat pembaca khususnya anak-anak agar rajin berkunjung di Pustaka Barakati Muna Barat.

"Ini sebenarnya saya tanam beberapa jenis jambu, yakni jambu kristal, jambu australia, jambu madu, tujuan awalnya bukan  untuk bisnis tapi untuk menarik anak-anak agar berminat datang membaca di Pustaka Barakati," ucapnya pada Telisik.id, Senin (25/4/2022).

Ia juga terinspirasi berbisnis dari pengalaman saat mengikuti kegiatan kampus, di mana dulu ia pernah belajar di Lentera Bumi Nusantara Jawa Barat, pada tahun 2017 silam.

Baca Juga: Usai Banting Setir, Wanita Ini Akhirnya Berhasil Bangun Usaha Sendiri

"Saya sempat ke Jawa dulu, untuk ikut kegiatan kampus, dan di sana tidak hanya berfokus pada keilmuan yang menjadi jurusan saya di kampus, namun ikut nyemplung di bidang pertanian dan peternakan, tujuannya untuk membantu perekonomian masyarakat," ucapnya.

Sehingga ia terdoktrin oleh pendiri Lentera Bumi Nusantara, Riski Elson yang menelurkan semboyan 'Membangun Diri, Membangun Negeri'. Dengan doktrin ini paling tidak, mahasiswa yang pernah berkunjung, sekembalinya di daerah asalnya diharapkan bisa menjadi sebuah lentera bagi masyarakat walaupun itu hanya sebagai cahaya kecil.

Usai kegiatan di Lentera Bumi Nusantara, ia kembali ke kampungnya pada tahun 2019, kemudian menerapkan ilmu yang didapatkan dengan memulai bisnis.

Awalnya ia menanam jambu hanya sebanyak 6 pohon jambu kristal dan 11 pohon jambu air. Namun setelah ia merasa budidaya jambu sangat menjanjikan, ia kemudian menambah ratusan pohon jambu.

Baca Juga: Indodax Gandeng Ayobantu Adakan Program CSR Ramadan

Tanaman jambu yang ia tanam kini mulai berbuah. Permintaan pasar pun begitu besar, yang mencapai berkuintal-kuintal di Tanah Muna. Ia mengaku kewalahan dalam memenuhi permintaan pasar, sebab belum semua tanaman berproduksi, jadi stok buah terbatas.

"Jambu kristal kan Rp 25.000 per kilo, kalau kita penuhi saja 1 kuintal per minggu, hasilnya bisa mencapai kurang lebih Rp 2,5 juta," ucapnya.

Sosok Agropreneur ini mengakui, selain dari beberapa jenis buah jambu, penghasilan terbesarnya dari penjualan bibit yang dibanderol mulai dari Rp 50.000 - Rp 500.000, yang harganya tergantung kondisi dan ukuran bibit.

Ia akan terus menggeluti dan mengembangkan bisnis ini. Ke depannya ia telah menargetkan akan membuka sebuah Agrowisata Tanaman Jambu. Maka dari itu, ia berharap agar para petani khususnya di sekitar wilayahnya untuk bekerja sama dalam membangun daerah khususnya di bidang pertanian.

"Telah saya siapkan 3 hektare lahan baru untuk pengembangan bisnis ini, yang ke depannya saya akan buat kebun agrowisata dengan berbagai jenis jambu air, jambu biji, serta beberapa jenis buah lainnya," tutupnya. (C)

Reporter: Putri Wulandari

Editor: Haerani Hambali