Mahasiswa dan Pekerja di Kendari Tolak Kebijakan Tapera
Reporter
Senin, 10 Juni 2024 / 8:24 am
Sejumlah mahasiswa menggelar aksi penolakan Tapera di Perempatan Jalan Serumba, Jalan Sao-Sao, dan Jalan Jendral M.T. Haryono. Foto: La Ode Manarfa Nafsahu/Telisik
KENDARI, TELISIK.ID - Sejumlah mahasiswa dan pekerja di Kota Kendari menolak kebijakan pemerintah terkait Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Penolakan tersebut disampaikan dalam aksi damai yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Minggu (9/6/2024) malam.
Aksi tersebut tidak hanya menyoroti masalah Tapera, yang memangkas pendapatan pekerja instansi pemerintah, swasta, dan pekerja mandiri sebesar 3 persen. Tetapi juga membahas isu-isu lainnya.
Baca Juga: Bat-Bat jadi Tempat Favorit Warga Kendari untuk Memancing
Isu lain tersebut diantaranya persoalan pendidikan, inflasi, dan kriminalisasi aktivis. Namun, fokus utama dari aksi ini adalah penolakan terhadap Tapera.
Berdasarkan informasi yang diterima Telisik.id dari Koordinator Lapangan Juraidin, aksi berlangsung di Perempatan Jalan Sorumba, Jalan Sao-Sao, dan Jalan Jenderal M.T. Haryono.
Menurut Juraidin, aksi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak memadai.
Penolakan terhadap Tapera juga datang dari Abdul Hidayat, karyawan swasta dari PT. Huacin Indonesia Departemen Elektrolisis. Ketika dihubungi Telisik.id, ia menjelaskan bahwa rekan-rekannya juga menolak kebijakan tersebut.
Menurutnya, pihak HRD SDM perusahaan tempatnya bekerja tidak menginginkan adanya pemotongan gaji untuk Tapera.
Abdul Hidayat mengungkapkan hingga saat ini, perusahaan belum memberikan tanggapan resmi mengenai kebijakan tersebut. (B)
Penulis: La Ode Manarfa Nafsahu
Editor: Fitrah Nugraha
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS