Pesona Air Terjun Moramo, Mampu Luruhkan Penat

Muhammad Israjab

Reporter

Kamis, 09 Januari 2020  /  1:45 pm

Suasana air terjun Moramo yang asri dan teduh. Foto: Muhammad Israjab/Telisik

KONAWE SELATAN, TELISIK.ID – Obyek wisata satu ini tentu tak asing lagi bagi masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra). Air terjun Moramo yang terletak di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara ini masuk ke dalam kawasan hutan suaka alam Tanjung Peropa, hutan hujan tropis yang indah seluas 38.937 hektar. Air terjun moramo menyuguhkan suasana yang nyaman dan tenang. Gemercik air terjun dan suasana di tempat ini sejenak mampu meluruhkan semua penat. Apa lagi udara yang sejuk, membuat kawasan ini pas untuk menyepi sejenak. Dijamin betah berlama-lama di tempat ini.

Baca Juga: Sandang Disabilitas, Pemuda Ini Raih Gelar Sarjana di UHO

Dari pusat kota yaitu Kota Kendari, destinasi wisata ini tak sulit untuk dijangkau. Jaraknya lebih kurang 60 km. Nah, buat kamu yang ingin ke sini, kamu harus berkendara selama lebih kurang dua jam dari Kota Kendari dengan roda dua maupun roda empat.

Sesampainya di sana, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama 30 menit menuju lokasi air terjun. Sepanjang perjalanan sejauh 2 km menuju air terjun, anda akan disapa dengan hijaunya hutan tropis dan juga beberapa air terjun kecil. Dengan tujuh tingkatan besar dan 60 tingkatan kecil dan juga beberapa kolam yang bisa digunakan untuk berenang dan berendam.

Anda harus merasakan sejuknya air khas pegunungan ini. Sayang sekali jika anda lewatkan jika sudah jauh-jauh datang ke air terjun Moramo tapi tidak merasakan airnya dan hanya melihat dari bebatuan saja. Lepaskan kelelahan anda bersama aliran air terjun Moramo.

Debit air yang tak begitu besar, serta landasan batu kapur yang tak licin membuat pengunjung bisa memanjat di bebatuan air terjun. Dari ketinggian, air mengalir melewati tujuh tingkatan utama. Di samping tujuh tingkatan utama tersebut, terdapat juga 127 anak air terjun yang sekaligus berfungsi sebagai tempat penampungan air, yang bentuknya semacam kolam air. Landasan batu kapur yang tak licin membuat pengunjung bisa memanjat di air terjun.

Nah, buat kamu yang doyan foto selfie, kamu bisa memanfaatkan satu undakannya sebagai latar belakang. Dengan pantulan sinar matahari yang cukup, kamu bisa mendapatkan foto seru dengan nuansa alam yang sungguh mengagumkan.

Selain itu, di sekitar air terjun, terdapat deretan pepohonan rindang yang menjadi rumah bagi burung-burung.  Jadi, selagi menikmati suasana sejuk khas air terjun Moramo, kamu juga dapat bersantai mendengarkan cuitan burung yang kerap terbang rendah di sekitarnya.

Berada di kawasan hutan yang dilindungi, wisata air yerjun Moramo menyimpan ragam habitat jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi, seperti anoa (Bubalus sp), monyet hitam (Macaca Ochreata), kuskus (Phalanger sp). Selain itu, teridentifikasi 34 jenis burung.

Pengelola wisata air terjun Moramo juga sudah menyiapkan sejumlah fasilitas, berupa parkiran yang luas di sekitar lokasi, kamar mandi dan toilet sebagai tempat ganti pakaian dan gazebo sebagai tempat istirahat guna melepas lelah.

Biaya masuk di kawasan air terjun Moramo terbilang cukup terjangkau, bagi pengguna kendaraan roda dua hanya dikenai biaya sebesar Rp 5.000 dan untuk roda empat sebesar Rp 10.000.

Sumber air terjun Moramo berasal dari Sungai Biskori yang berhulu di Pegunungan Tambosulu. Lokasi air terjun ini ada di Desa Sumbersari yang menjadi salah satu tujuan transmigrasi penduduk Jawa dan Bali. Air terjun Moramo pertama kali ditemukan warga transmigran asal Jawa sekitar tahun 1980 saat membuka hutan untuk memasang perangkap binatang.

Setelah melihat air terjun tersebut, maka dibuatkan jalan menuju ke sana pada tahun 1989. Pada tahun 1990, air terjun Moramo dibuka sebagai tempat wisata.

Reporter: Muhammad Israjab
Editor: Rani