Jalan Hidayah PSK Tinggalkan Dunia Prostitusi usai Dapat Tamu Sosok Ulama Ini
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 22 Februari 2026
0 dilihat
Ilustrasi, seorang perempuan PSK memulai hidup baru setelah kedatangan ulama. Foto: Repro iStockphoto
" Kisah perubahan hidup seorang pekerja seks komersial tercatat dalam sejumlah literatur keislaman klasik "

JAKARTA, TELISIK.ID - Malam berjalan tenang di sebuah perkampungan tua seorang perempuan menata hidupnya di persimpangan sunyi. Kisah perubahan hidup seorang pekerja seks komersial tercatat dalam sejumlah literatur keislaman klasik.
Cerita ini menuturkan bagaimana pertemuan singkat dengan seorang ulama bernama Syaikh Isa menjadi titik balik yang mengubah jalan hidup seorang perempuan yang selama ini bergelut dalam praktik prostitusi.
Tanpa ceramah panjang atau tekanan, peristiwa sederhana pada satu malam justru membuka ruang tobat yang kemudian diikuti keputusan meninggalkan pekerjaan lamanya.
Melansir Islam.co, Minggu (22/2/2026), dalam riwayat tersebut, perempuan itu disebut telah lama mengadu nasib sebagai PSK. Pada suatu hari, Syaikh Isa mendatanginya dan menyampaikan rencana untuk berkunjung pada malam hari. Ucapan itu membuat perempuan tersebut mengira sang ulama akan menggunakan jasanya seperti tamu lain.
Ia pun bersiap, berhias, dan menunggu kedatangan tamu yang dianggap istimewa itu. Selepas salat isya, Syaikh Isa benar-benar datang. Namun, alih-alih melakukan hal yang dibayangkan, ia hanya menunaikan salat dua rakaat di rumah itu.
Baca Juga: Kendari Undercover: Wanita Cantik Ini Ngaku Terpaksa Masuk Aplikasi Rahasia PSK Usai Kontrak Kerja Suami Putus
Setelah selesai, ia bersiap pulang. Perempuan itu terkejut dan bertanya alasan kepulangan tersebut. Syaikh Isa menjawab singkat, “Insyaallah, apa yang aku inginkan sudah tercapai.”
Sejak peristiwa tersebut, kegelisahan muncul dalam diri perempuan itu. Ia mengikuti Syaikh Isa, meminta bimbingan, dan menyatakan niat bertobat. Tidak lama kemudian, ia menikah dengan seorang laki-laki miskin dan memulai kehidupan baru. Pernikahan digelar sederhana; Syaikh Isa meminta para tamu menyiapkan bubur, sementara lauk ditanggung olehnya.
Kabar tobat itu sampai ke telinga penguasa setempat. Sang raja, yang disebut memiliki hubungan pertemanan lama dengan perempuan tersebut, mengirim dua botol arak sebagai bentuk sindiran.
Utusan kerajaan datang membawa pesan, “pihak kerajaan berbahagia atas apa yang telah Anda kerjakan.” Namun, ketika botol dibuka, isinya berubah menjadi madu dan minyak samin. Peristiwa itu disaksikan langsung oleh utusan.
Riwayat ini tercatat dalam kitab al-Nawadir karya Ahmad Shihabuddin bin Salamah al-Qulyubi serta Hayah al-Hayawan al-Kubra karya al-Damiry. Kedua sumber itu memuat kisah sebagai bagian dari pelajaran moral dan dakwah.
Utusan yang menyaksikan peristiwa tersebut kemudian melaporkan kepada raja. Sang raja datang sendiri untuk memastikan. Setelah melihat langsung, ia disebut ikut menyatakan tobat. Catatan menyebut perubahan itu terjadi tanpa paksaan, melainkan lewat pendekatan personal.
Baca Juga: Artis Muda Michelle Laurenz Temukan Hidayah Islam Setelah Masa Keraguan Agama
Kisah ini menggambarkan metode dakwah yang menekankan teladan tindakan. Tidak ada kecaman terbuka; yang ada hanya perjumpaan, doa, dan contoh sikap. Dalam konteks sosial, pendekatan semacam ini sering dipahami sebagai cara persuasif yang menyentuh sisi batin individu.
Cerita tersebut terus dibaca ulang sebagai narasi reflektif tentang perubahan hidup. Bukan sekadar kisah masa lalu, melainkan gambaran bahwa proses tobat dapat lahir dari peristiwa yang sederhana.
Pertemuan singkat pada satu malam menjadi awal perjalanan panjang meninggalkan dunia lama menuju kehidupan baru yang lebih tertata. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS