Mistik: Cerita Mencekam Warga Diteror Parakang yang Berubah jadi Kucing Rambut Panjang
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 01 Januari 2026
0 dilihat
Teror Parakang menyerupai kucing berbulu panjang membuat warga resah dan melakukan ronda malam. Foto: Repro Tribunnews.
" Teror makhluk jadi-jadian yang disebut Parakang membuat warga Majelling Wattang resah "

SIDRAP, TELISIK.ID - Teror makhluk jadi-jadian yang disebut Parakang membuat warga Majelling Wattang resah, memicu ronda malam dan perburuan setelah sejumlah warga mengaku diganggu sosok misterius di toilet rumah.
Aksi sejumlah warga memburu makhluk jadi-jadian di Desa Majelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, ramai diperbincangkan di media sosial. Video perburuan tersebut menyebar luas dan memicu perhatian aparat setempat.
Lurah Majelling Wattang, Andhy Kusumaatmaja, membenarkan adanya keresahan warga terkait isu makhluk yang dikenal masyarakat dengan sebutan Parakang.
Andhy menjelaskan, keresahan itu muncul setelah beberapa warga mengaku mengalami gangguan langsung. Untuk memastikan informasi yang beredar, pihak kelurahan bersama kepolisian memanggil warga yang merasa menjadi korban.
“Tadi kan sudah saya kumpul semua yang mengaku korban, yang pernah merasa korban saya hadirkan tadi di kantor dimintai keterangannya sama Pak Polisi,” ujar Andhy kepada wartawan, seperti dikutip dari Detik, Kamis (1/1/2026).
Menurut Andhy, ada sekitar lima hingga sepuluh warga yang mengaku pernah diteror. Sebagian mengaku melihat penampakan, sementara dua orang menyatakan mengalami gangguan fisik secara langsung.
Makhluk tersebut digambarkan menyerupai kucing berbadan besar dengan rambut panjang.
Baca Juga: Ditantang Menjalankan Puasa, Gadis Pemabuk Ini Putuskan Memeluk Islam
“Modelnya katanya kucing, tapi ukurannya besar. Itu kucing kayak anjing katanya, panjang rambutnya,” kata Andhy.
Dua warga yang mengaku diganggu langsung adalah Sulaimana (60) dan Lina (28). Peristiwa yang dialami Sulaimana terjadi sekitar satu minggu sebelum warga melakukan ronda intensif. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 23.00 Wita saat ia hendak ke toilet karena sakit perut.
“Menurut dia pada saat mau masuk kamar mandi, dia mau nyalakan lampu tidak mau menyala. Jadi langsung saja dia masuk toilet,” ujar Andhy menirukan keterangan korban.
Sulaimana mengaku sempat berontak karena merasa ada sosok yang mencoba merangkulnya. Ia bahkan menendang dua kali sambil membaca doa atau mantra. “Tadi ditanya Pak Polisi, langsung lenyap katanya. Pengakuannya katanya mau dipegang-pegang,” lanjut Andhy.
Sementara Lina mengaku mengalami kejadian serupa ketika hendak buang air kecil. Saat lampu toilet dinyalakan, ia melihat sosok seperti manusia sedang duduk di dalam toilet.
“Cuma pada saat dinyalakan dan mau masuk, tiba-tiba ada orang duduk di dalam toilet,” ujar Andhy menyampaikan pengakuan Lina.
Rentetan cerita tersebut membuat warga semakin resah. Mereka kemudian sepakat melakukan ronda malam dan memburu makhluk yang diyakini sering menampakkan diri. Aksi ronda dan pengejaran itu direkam dan akhirnya viral di media sosial.
“Jadi warga resah, karena merasa diteror. Setelah ada kejadian begitu, warga langsung ronda, katanya selalu dia kejar, tapi selalu dia hilang lagi,” kata Andhy.
Meski demikian, Andhy menegaskan pihak kepolisian telah mengingatkan warga agar tetap waspada dan tidak bertindak berlebihan. Ia mengingatkan agar warga tidak salah tangkap dan tidak main hakim sendiri.
“Cuma Pak Kapolsek dia himbau warga waspada, karena jangan sampai salah tangkap. Jangan sampai warga yang ditangkap,” ujarnya.
Baca Juga: Mistik: Pengalaman Horor di Balik Film Dusun Mayit
Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap isu yang belum jelas kebenarannya. Ia meminta warga tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Isu tersebut belum tentu kebenarannya. Namun tetap kita bersama masyarakat menjaga sitkamtibmas dan apabila menemukan hal-hal yang akan mengganggu kamtibmas, jangan ada yang main hakim sendiri,” ujar Budi Wahyono.
Hingga kini, ronda malam masih dilakukan sebagai bentuk antisipasi. Aparat kepolisian dan pemerintah setempat terus memantau situasi agar keresahan warga tidak berkembang menjadi tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS