SDN 52 Kendari Fokus Benahi Kesiswaan, Cegah Bullying dan Tingkatkan Mutu Pendidikan

Erni Yanti

Reporter

Kamis, 12 Februari 2026  /  1:42 pm

Kepala Sekolah SDN 52 Kendari, Agustina saat diwawancarai. Foto: Erni Yanti/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - SDN 52 Kendari saat ini mulai melakukan berbagai pembenahan di lingkungan sekolah, dengan fokus utama pada persoalan kesiswaan, khususnya pencegahan bullying atau perundungan antar siswa yang belakangan menjadi perhatian serius di dunia pendidikan.

Sebagai sekolah dengan jumlah siswa sekitar 800 orang, SDN 52 Kendari menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan peserta didik.

Kepala SDN 52 Kendari, Agustina menegaskan, pengawasan terhadap siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi melibatkan seluruh stakeholder sekolah.

“Pengawasan ini bukan hanya tugas guru, tetapi semua unsur sekolah harus terlibat. Kita saling mengawasi demi melindungi anak-anak dari maraknya pembulian,” ujarnya saat diwawancarai di sekolah, Rabu (12/2/2026).

Dari sisi sarana dan prasarana (sapras), pihak sekolah bersyukur karena fasilitas yang ada tergolong memadai. Namun demikian, masih terdapat beberapa kebutuhan yang perlu ditingkatkan, seperti penambahan ruang belajar, renovasi gedung yang sudah layak diperbaiki, serta penambahan rombongan belajar (rombel).

Saat ini, SDN 52 Kendari memiliki 24 rombel, jumlah yang dinilai masih belum ideal jika disesuaikan dengan jumlah siswa. Kekurangan ruang kelas menyebabkan penerapan sistem belajar bergilir, yakni kelas pagi dari pukul 07.00 hingga 12.45 Wita dan kelas siang hingga pukul 17.00 Wita.

“Kami masih membutuhkan sekitar empat rombel tambahan agar proses belajar mengajar bisa berjalan lebih optimal,” jelasnya.

Baca Juga: SDN 81 Kendari Dorong Prestasi dan Pembenahan Fasilitas, Aktifkan Ekstrakurikuler Pencak Silat

Pihak sekolah pun berencana berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan sebagai atasan langsung untuk mendukung pengadaan sarana dan prasarana tersebut, termasuk kemungkinan peningkatan gedung sekolah.

Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, kepala sekolah memulai dari pembiasaan positif. Salah satu program yang kini dijalankan adalah gerakan literasi dengan membaca selama 15 menit sebelum kegiatan belajar dimulai.

Selain itu, budaya menyambut siswa di pintu gerbang sekolah kembali dihidupkan untuk menanamkan kedisiplinan dan kedekatan emosional antara guru dan siswa.

Kegiatan ekstrakurikuler juga diaktifkan kembali, terutama pramuka yang bersifat wajib. Selain itu, sekolah mengembangkan kegiatan kokurikuler yang terintegrasi dengan pembelajaran intrakurikuler, seperti kegiatan menari, bercocok tanam, hingga hidroponik yang disesuaikan dengan jenjang kelas.

“Sebagai sekolah besar, aktivitas siswa harus diperbanyak agar wawasan, kedisiplinan, dan karakter anak-anak berkembang dengan baik,” katanya.

SDN 52 Kendari saat ini didukung oleh 32 tenaga pendidik, termasuk guru kelas dan guru mata pelajaran, serta tenaga kependidikan seperti petugas perpustakaan dan keamanan.

Untuk mendukung pembelajaran dan pengawasan, sekolah juga berencana melengkapi fasilitas seperti infokus di setiap kelas serta pengembangan CCTV hingga ke ruang kelas guna memantau situasi dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Menjelang bulan Ramadan, sekolah telah menyiapkan sejumlah kegiatan, di antaranya keikutsertaan siswa dalam lomba yang diselenggarakan media lokal, pelaksanaan pesantren kilat selama satu pekan, serta program berbagi kepada siswa kurang mampu dan rencana kunjungan ke panti asuhan.

Baca Juga: 73 Bintara Remaja Ditsamapta Polda Sultra Digembleng Jalan Kaki 13 Kilometer

Meski prestasi akademik siswa dinilai cukup baik, kepala sekolah menegaskan bahwa peningkatan keamanan sekolah menjadi prioritas utama saat ini.

Dengan lokasi sekolah yang berdekatan dengan lingkungan sekitar, pengamanan diperketat melalui sistem penjagaan bergilir oleh dua petugas keamanan, penutupan gerbang sekolah saat jam belajar, serta kewajiban tamu untuk melapor.

“Harapan kami, melalui program-program ini, anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki adab, etika, dan karakter yang baik. Pendidikan karakter menjadi pondasi utama menuju terwujudnya generasi emas 2045,” tutupnya. (C)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS