Sebelum Meninggal Dunia, La Tarifu Sempat Salat Berjemaah di Masjid

La Ode Muhlas

Reporter

Minggu, 28 Mei 2023  /  2:24 pm

Almarhum Dekan FISIP UHO, La Tarifu turut serta dalam rombongan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kendari dan kepolisian beserta sejumlah warga saat meninjau lahan sengketa di Nanga-Nanga pada Senin (22/5/2023) lalu. Foto: Ist.

KENDARI, TELISIK.ID - Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari berkabung atas meninggalnya Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), La Tarifu, Minggu (28/5/2023) dini hari. La Tarifu diketahui meninggal dunia di rumahnya, perumahan dosen Blok T.

Tersiarnya kabar duka ini mengagetkan berbagai pihak lantaran sebelumnya almarhum tampak selalu dalam kondisi sehat, serta tetap aktif melakukan kegiatan sehari-hari.

Bahkan disampaikan Wakil Dekan II FISIP UHO, Sartono, malam sebelum dikabarkan meninggal dunia, almarhum masih mengikuti pelaksanaan salat berjemaah di masjid yang berjarak beberapa puluh meter dari rumahnya.  

"Tadi malam masih salat Isya berjemaah. Kemudian tidur, mau dibangunkan salat subuh, sudah tidak ini (bergerak)," ungkapnya dihubungi lewat telepon Minggu (28/5/2023) pagi.

Sartono juga menyampaikan, ia tidak pernah mendengar adanya keluhan sakit dari almarhum selama melaksanakan tugasnya di kampus. Sepanjang pengetahuan Sartono, saat ini almarhum tidak sedang menjalani perawatan dokter.

Baca Juga: Dekan FISIP UHO La Tarifu Tutup Usia

"Masih masuk (kampus) sampai hari Jumat kemarin," katanya.

Sementara penyampaian dari sejumlah kerabat dekat yang ditemui di rumah duka, beberapa hari belakangan almarhum masih terlihat kuat bekerja di kebunnya di sekitaran area Nanga-Nanga. Diketahui berkebun sudah menjadi kesibukan sampingan sehari-hari almarhum selain mengurusi masalah kampus.

Dihimpun dari seorang sumber menyebutkan, almarhum juga sempat membersamai rombongan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kendari dan kepolisian beserta sejumlah warga saat meninjau lahan sengketa di Nanga-Nanga pada Senin (22/5/2023) lalu.

Saat itu, almarhum ikut memastikan lokasi lahan sengketa yang berbatasan langsung dengan lahan miliknya.

"Kemarin kita itu cek lahan yang bersengketa. Kebetulan lahannya itu berbatasan dengan lahan yang bersengketa itu," ungkap salah seorang sumber.

Kabar meninggalnya La Tarifu ini menyisakan duka mendalam bagi Siska Sulastri. Ia merupakan alumni mahasiswa Jurusan Jurnalistik, FISIP angkatan 2015.

Siska masih menyimpan sebuah kenangan ketika almarhum membantu penyusunan tugas akhirnya sampai ia berhasil menyandang gelar sarjana strata satu. Waktu itu katanya, dia menghadapi kesulitan setelah terlibat masalah dengan salah seorang dosen pengujinya.

Atas keadaan itu, Siska lalu menemui almarhum yang juga dosen pembimbingnya untuk meminta petunjuk agar bisa menyelesaikan masalahnya.

Baca Juga: Sosok Syabda Perkasa Belawa, Pebulutangkis Meninggal Bersama Ibu di Tol Pemalang

"Langsung kasih solusi terbaik. Dia bantu bicarakan sama dosen penguji terus kasih masukan apa yang perlu diperbaiki dari hasilku. Alhamdulillah lancar sampai ujian tutup," kenangnya.

Siska menyebut sosok almarhum La Tarifu sebagai orang baik, mempunyai sikap tegas, tetapi selalu terbuka dengan mahasiswanya. Ia menyampaikan ungkapan belasungkawa di media sosialnya, dan bilang, "Beliau berperan penting dalam menyelesaikan tugas akhir saya. Terima kasih banyak orang baik."

Menurut berbagai sumber, rencananya almarhum akan dimakamkan di lahan kebunnya di kawasan Nanga-Nanga. Sebelum itu, jenazah almarhum lebih dulu disalatkan di masjid FISIP UHO. (A)

Penulis: La Ode Muhlas

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS