Sejumlah Komponen APBN 2026 Dipangkas Purbaya dari Efisiensi Anggaran, Berikut Penjelasannya

Ahmad Jaelani

Reporter

Jumat, 20 Maret 2026  /  11:26 am

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap rencana efisiensi sejumlah komponen belanja APBN 2026. Foto: TikTok@JeinnaAntik

JAKARTA, TELISIK.ID - Perubahan arah belanja negara mulai disiapkan pemerintah melalui langkah efisiensi sejumlah komponen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pemangkasan dan penundaan sejumlah pos anggaran sebagai bagian dari upaya penghematan belanja negara. Hal tersebut disampaikan usai menghadiri rapat koordinasi efisiensi anggaran di Istana Negara bersama Presiden Prabowo Subianto pada Kamis sore.

Dalam keterangannya, Purbaya menjelaskan bahwa langkah efisiensi telah dibahas bersama kementerian terkait, termasuk dengan Menko Perekonomian.

"(Rapat efesiensi?) mungkin, kan sebelumnya kita rapatkan dengan Menko Perekonomian tentang efisiensi," kata Purbaya, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (20/3/2026).

Ia menegaskan bahwa kebijakan efisiensi akan menyasar kementerian dan lembaga, meskipun besaran nilai penghematan masih menunggu keputusan Presiden. Pemerintah, kata dia, tengah memilah program yang dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Gejolak Harga Minyak Dunia, Purbaya Mau Pangkas Besar-besaran APBN 2026

Purbaya menyebut beberapa komponen yang berpotensi dipangkas antara lain kegiatan rapat yang dinilai tidak efektif, termasuk penyelenggaraan di hotel mewah, serta program yang manfaatnya tidak langsung dirasakan.

"Macem-macem. Rapat enggak jelas, atau kebijakan yang dampaknya lambat atau tidak banyak ke pertumbuhan ekonomi, itu kan bisa dipilih," jelasnya.

Baca Juga: Pelebaran Defisit APBN 2026 di Atas 3 Persen, Begini Reaksi Purbaya

Selain itu, opsi pengurangan perjalanan dinas pejabat negara juga menjadi bagian dari pembahasan. Namun, Purbaya menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden.

"Saya nggak tahu nanti itu urusan Presiden," jelasnya.

Langkah efisiensi ini menjadi bagian dari penyesuaian kebijakan fiskal pemerintah dalam menjaga keseimbangan anggaran negara. Pemerintah berupaya memastikan setiap belanja memiliki dampak yang terukur terhadap perekonomian, sekaligus menekan pengeluaran yang dinilai kurang prioritas. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS