STAH Bhatara Guru Kendari Wisuda 26 Lulusan, Dirjen Bimas Hindu Dorong Transformasi Jadi Perguruan Tinggi Negeri
Reporter
Sabtu, 14 Maret 2026 / 4:20 pm
Prosesi Sidang Terbuka Senat Wisuda IV Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Bhatara Guru Kendari di Ballroom Hotel Plaza Inn, Sabtu (14/3/2026). Foto: Ana Pratiwi/Telisik
KENDARI, TELISIK.ID - Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Bhatara Guru Kendari mewisuda 26 mahasiswa dalam Wisuda IV yang digelar di Ballroom Hotel Plaza Inn Kendari, Sabtu (14/3/2026).
Kementerian Agama RI mendorong kampus tersebut bertransformasi menjadi perguruan tinggi negeri Hindu di Sulawesi Tenggara.
Ketua Panitia Wisuda, I Kadek Yogiarta, mengatakan para lulusan diharapkan mampu membawa nilai-nilai dharma dalam pengabdian kepada masyarakat serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Dengan bekal ilmu dan nilai-nilai tersebut, para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat serta memperkuat kehidupan keagamaan Hindu,” ujarnya.
Dari total 26 lulusan yang diwisuda, sebanyak 20 orang berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Hindu dan enam orang dari Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu
Baca Juga: Tiket Kapal Gratis Ditambah 2.622 untuk Mudik Lebaran 2026, Buruan Daftar
Ketua STAH Bhatara Guru Kendari, I Nengah Suliarta, menyebut para alumninya telah banyak berkiprah di berbagai sektor, terutama di bidang pendidikan agama Hindu.
Ia menyebut sekitar 20 persen alumni telah lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sementara sebagian lainnya mengikuti seleksi CPNS dan bekerja di berbagai wilayah di Indonesia.
“Sekarang sudah tidak ada lagi kekhawatiran kekurangan guru agama Hindu di sekolah-sekolah, khususnya di Kendari. Banyak sekolah sudah diisi oleh lulusan STAH Bhatara Guru Kendari,” katanya.
Wisuda tahun ini mengusung tema Berilmu dalam Dharma, Mengabdi untuk Sulawesi Tenggara.
Menurut Nengah, tema tersebut mencerminkan semangat agar lulusan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah asalnya.
“Karena kita berasal dari Sulawesi Tenggara, maka sudah sepatutnya kita juga memberikan pengabdian dan kontribusi untuk daerah ini,” ujarnya.
Ketua Pembina Yayasan Ganapati Jaya, Prof. I Nyoman Sudiana, menekankan bahwa kemampuan belajar menjadi hal utama bagi lulusan agar mampu bersaing di masa depan.
“Pengetahuan itu nomor dua, yang utama adalah kemampuan belajar. Setelah lulus harus terus belajar hal-hal baru dan mengembangkan keterampilan agar bisa bersaing, baik di tingkat nasional maupun global,” jelasnya.
Nyoman juga menekankan pentingnya perguruan tinggi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kampus berdampak artinya perguruan tinggi mampu memberikan pengaruh terhadap persoalan masyarakat. Harapannya STAH Bhatara Guru Kendari bisa membawa perubahan mindset masyarakat di Sulawesi Tenggara,” katanya.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Wisuda IV tersebut sekaligus menyoroti rencana transformasi STAH Bhatara Guru Kendari menjadi perguruan tinggi negeri.
“Kita punya pekerjaan rumah besar bahwa STAH Bhatara Guru harus segera bertransformasi. Ke depan kita berharap bisa menjadi Institut Agama Hindu Negeri,” ungkap Duija.
Menurutnya, rencana tersebut telah masuk dalam green design Kementerian Agama.
Dengan dukungan sekitar 54 ribu umat Hindu di Sulawesi Tenggara, potensi pengembangan perguruan tinggi Hindu negeri di Kendari dinilai sangat menjanjikan.
Namun demikian, Duija menekankan pentingnya penguatan tata kelola, manajemen, serta kualitas proses pembelajaran agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memenuhi harapan masyarakat.
“Kita akan coba dorong dalam dua hingga tiga tahun ke depan, termasuk mengajukan hibah tanah dari pemerintah provinsi yang menjadi syarat utama pendirian perguruan tinggi negeri Hindu,” jelasnya.
Duija juga berharap lulusan STAH Bhatara Guru Kendari tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu memberikan pencerahan sosial serta berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.
“Peran lulusan ini diharapkan diakui sebagai intelektual yang aktif di tengah masyarakat, tidak hanya berbicara soal agama tetapi juga mampu menggerakkan sektor lain, termasuk pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” katanya.
Baca Juga: HUT ke-15 BPR Bahteramas Kendari Bagikan 210 Paket Sembako ke Warga
Dalam wisuda tersebut, kampus juga memberikan penghargaan kepada sejumlah wisudawan berprestasi di berbagai bidang.
Pada tingkat program studi, penghargaan wisudawan berprestasi diraih Ni Made Ayu Widiani dari Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu, serta Ni Ketut Widiawati dan Komang Sri Astuti dari Program Studi Pendidikan Agama Hindu.
Untuk kategori prestasi di bidang kepemimpinan diberikan kepada Ketut Yastika, Kadek Bayu Rahayu, dan Ketut Perdinata.
Di bidang seni suara, penghargaan diraih Ni Made Ayu Widiani dan Kadek Suantari.
Sementara pada bidang Dharmagita, penghargaan diberikan kepada Kadek Redanayasa.
Adapun pada bidang seni tari, penghargaan diberikan kepada Ni Ketut Widiawati, I Wayan Widia Mariani, Komang Antamiati, Komang Sri Astuti, Nengah Deriani, dan Sinta Anggreani. (A-Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS