Strategi Pertahankan Usaha di Tengah Wabah COVID-19

Siswanto Azis

Reporter

Kamis, 23 April 2020  /  10:19 am

Pemilik Store Walemba Parfum, Laode Jaiwan. Foto: Dul/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Wabah COVID-19 telah melumpuhkan ekonomi masyarakat. Sejumlah pelaku bisnis UKM kini mulai kesulitan mencapai target saat perekonomian nasional terganggu.

Seperti halnya industri fashion yang turut terdampak pandemi COVID-19. Penjualan menurun drastis hingga 70 persen lantaran masyarakat lebih fokus menghadapi COVID-19. Apa lagi diberlakukannya kebijakan physical distancing.

Guna memastikan bisnis tetap hidup, para pengusaha fashion pun mulai menerapkan sejumlah strategi baru.

Salah satu pengusaha fashion jenis farfum di Kota Kendari adalah Laode Jaiwan. Penjualan produk parfumnya menurun drastis sejak diumumkannya kasus positif COVID-19 awal Maret lalu. Para pelanggannya mulai enggan berbelanja langsung ke toko.

"Dulu sebelum pandemi COVID-19 penjualan paling sedikit 100 sampai 150 botol parfum perhari dari berbagai merk. Tapi sekarang sudah untung kalau laku 30 botol sehari," keluhnya.

Baca juga: Muna Zona Merah COVID-19 Buteng Perketat Perbatasan

Walhasil, Jaiwan pun kini berupaya mengoptimalkan penjualan secara daring agar bisnisnya bisa tetap hidup. Apalagi pihaknya memilih untuk tidak memberhentikan karyawan meski proses produksi dan penjualan terganggu.

"Ikhlas tawakal, tapi tetap berjuang via penjualan online," katanya. Penjualan daring ini juga diupayakan agar para pengemudi ojek online tetap dapat penghasilan.

Mengoptimalkan penjualan daring harus dilakukannya agar tetap bisa menggaji karyawannya.

"Jadi jam kerja yang kami kurangi agar semua bisa jalan. Kalau jam kerja berkurang otomatis pemakaian listrik akan berkurang," terangnya kepada Telisik.id, Jumat (23/4/2020).

Laode Jaiwan berharap agar pandemi COVID-19 cepat berlalu dan perekonomian Indonesia kembali stabil.

Reporter: Dul

Editor: Rani