Ukuran Payudara Besar Ikut Umur? Ini Fakta Medis Perubahan Alami Tubuh Perempuan

Ahmad Jaelani

Reporter

Jumat, 02 Januari 2026  /  3:37 pm

Perubahan ukuran payudara seiring bertambahnya usia merupakan proses alami tubuh perempuan yang dipengaruhi hormon. Foto: Repro iStockphoto.

JAKARTA, TELISIK.ID - Perubahan ukuran payudara seiring bertambahnya usia kerap menimbulkan pertanyaan, terutama saat tubuh mengalami fase hormonal berbeda, dari pubertas hingga menopause, yang memengaruhi bentuk dan volume.

Perubahan tubuh kerap berjalan senyap, tanpa disadari, termasuk pada bagian payudara. Seiring bertambahnya usia, banyak perempuan merasakan ukuran payudara membesar, mengecil, atau berubah bentuk.

Fenomena ini kerap memunculkan anggapan bahwa usia menjadi penyebab utama perubahan ukuran payudara, meski kenyataannya proses tersebut tidak berdiri sendiri.

Dalam dunia medis, perubahan ukuran payudara merupakan respons alami tubuh terhadap fluktuasi hormon, perubahan jaringan lemak, serta elastisitas kulit.

Proses ini berlangsung bertahap dan berbeda pada setiap individu, bergantung pada kondisi biologis, genetik, dan gaya hidup yang dijalani sepanjang hidup.

Sejak masa pertumbuhan, payudara sudah mulai menunjukkan dinamika perubahan. Namun, tidak semua perubahan berarti masalah kesehatan.

Baca Juga: Terlalu Sering Hubungan Ranjang, Begini Dampak Serius Intai Kesehatan Fisik dan Mental

Justru, memahami tahapan perubahan payudara sesuai usia dapat membantu perempuan lebih peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri, sekaligus mengenali tanda yang memerlukan perhatian medis.

Perubahan Payudara Dimulai Sejak Pubertas

Melansir dari Alodokter, Jumat (2/1/2026), masa pubertas menjadi fase awal perubahan ukuran payudara mengikuti umur. Pada rentang usia sekitar delapan hingga tiga belas tahun, hormon estrogen mulai meningkat dan memicu pertumbuhan jaringan payudara.

Tanda awalnya berupa pembesaran areola, munculnya benjolan kecil di bawah puting, serta rasa nyeri ringan yang bersifat sementara.

Pada fase ini, pertumbuhan payudara sering kali tidak simetris. Salah satu sisi bisa tampak lebih besar dibandingkan sisi lainnya. Kondisi tersebut tergolong normal dan biasanya akan menyesuaikan seiring waktu tanpa memerlukan tindakan khusus.

Usia Remaja hingga Dewasa Muda

Memasuki usia remaja hingga dewasa muda, perubahan ukuran payudara mengikuti umur berlangsung lebih nyata. Jaringan lemak mulai bertambah, sehingga payudara tampak lebih penuh dan membulat. Struktur payudara juga semakin matang, mengikuti pola hormonal tubuh yang lebih stabil.

Menjelang menstruasi, payudara kerap terasa lebih kencang atau sensitif akibat perubahan hormon siklus bulanan. Pada sebagian perempuan, muncul garis halus atau stretch mark sebagai respons kulit terhadap pertumbuhan yang relatif cepat. Proses pematangan payudara umumnya selesai pada akhir usia dua puluhan.

Perubahan Signifikan Saat Hamil dan Menyusui

Kehamilan menjadi salah satu fase dengan perubahan ukuran payudara paling mencolok. Lonjakan hormon estrogen, progesteron, dan prolaktin menyebabkan payudara membesar, terasa berat, serta lebih sensitif. Areola menggelap dan melebar sebagai persiapan proses menyusui. 

Selama masa menyusui, kelenjar payudara aktif memproduksi ASI sehingga volume payudara meningkat. Setelah masa menyapih berakhir, payudara dapat mengecil kembali. Bentuk akhirnya sangat dipengaruhi oleh elastisitas jaringan dan kondisi kulit masing-masing individu.

Usia 30 hingga 40 Tahun

Memasuki usia tiga puluhan hingga empat puluhan, perubahan ukuran payudara mengikuti umur mulai dipengaruhi proses penuaan alami. Produksi kolagen dan elastin dalam kulit perlahan menurun, sehingga payudara dapat terlihat lebih kendur atau turun secara bertahap.

Perubahan berat badan yang naik turun juga berperan besar. Karena payudara tersusun dari jaringan lemak, fluktuasi berat badan akan berdampak langsung pada ukuran dan bentuk payudara, meski tidak selalu terjadi pada setiap orang.

Baca Juga: Stres Picu Impotensi hingga Loyo di Ranjang? Begini Fakta Medisnya

Menjelang Menopause dan Setelahnya

Pada fase menjelang menopause hingga usia lanjut, kadar hormon estrogen menurun signifikan. Jaringan kelenjar payudara perlahan digantikan oleh jaringan lemak. Akibatnya, payudara bisa terasa lebih lunak, mengecil, dan kehilangan kekencangan.

Kulit payudara pun menjadi lebih tipis dan kering. Meski merupakan proses alami, perempuan dianjurkan tetap waspada terhadap perubahan yang tidak biasa, seperti munculnya benjolan, perubahan bentuk asimetris, atau perubahan kulit yang menetap.

Faktor Lain yang Memengaruhi Ukuran Payudara

Selain usia, terdapat sejumlah faktor lain yang turut memengaruhi perubahan ukuran payudara. Faktor genetik berperan dalam menentukan bentuk dasar dan respons payudara terhadap hormon. Penggunaan kontrasepsi hormonal, kehamilan, serta pola hidup sehari-hari juga berkontribusi terhadap perubahan tersebut.

Perubahan ukuran payudara mengikuti umur pada dasarnya merupakan bagian dari siklus biologis perempuan dan umumnya tidak berbahaya.

Namun, pemantauan rutin dan kesadaran terhadap perubahan yang dirasakan tetap penting untuk menjaga kesehatan payudara secara menyeluruh. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS