JAKARTA, TELISIK.ID - Fenomena penurunan angka kelahiran mulai menjadi tantangan serius di berbagai negara dunia. Tahun 2025, sejumlah negara menunjukkan proporsi penduduk anak yang sangat rendah.

Ini menjadi penanda awal krisis demografi yang mengancam struktur ekonomi dan sosial mereka.

Penurunan tingkat fertilitas dan angka kelahiran menjadi isu global yang semakin nyata. Banyak negara, khususnya yang berstatus maju atau berkembang pesat, mulai mengalami perubahan drastis dalam struktur usia penduduknya.

Fenomena ini dikenal sebagai "aging population" atau populasi menua, ketika jumlah lansia lebih banyak daripada kelompok usia muda.

Melansir CNBC Indonesia, Rabu (2/7/2025), tren ini berdampak besar pada keberlangsungan ekonomi, khususnya dalam hal tenaga kerja, sistem pensiun, hingga pola konsumsi masyarakat.