Lebih lanjut, Bagindo menyebut falsafah hidup masyarakat Batak turut mendukung pencapaian ini. Falsafah tersebut meliputi hamoraon (kekayaan), hagabeon (keturunan sukses), dan hasangapon (kehormatan).
Baca Juga: Tiga Budaya Suku Muna Resmi Diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Ketiga nilai ini menjadi dorongan kuat bagi masyarakat Batak untuk mengejar pendidikan tinggi.
"Orang Batak menganggap anak sebagai kekayaan, sehingga mereka berusaha maksimal menyekolahkan anak-anaknya. Bahkan, pengorbanan besar dilakukan, termasuk berhutang demi pendidikan," jelas Bagindo.
Selain itu, persebaran suku Batak sebagai perantau tangguh juga berkontribusi. Banyak orang Batak yang memilih menetap di perantauan, mengikuti jejak suku Minangkabau. Kondisi ini memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas, bahkan hingga ke pelosok negeri.
