KENDARI, TELISIK.ID - Sebuah rumah sempit di pinggir jalan Kota Kendari, hidup seorang ibu bernama Ayu (44). Selama 10 tahun terakhir, ia menggantungkan hidup dari memulung barang bekas demi menghidupi enam anaknya.
Kepada telisik.id, Ayu membagikan cerita deritanya sebagai pemulung. Ayu berangkat sejak pagi dan baru kembali menjelang tengah malam. Dengan mendorong gerobak tuanya, ia menyusuri berbagai sudut Kota Kendari untuk mencari barang rongsokan yang masih memiliki nilai jual.
Namun, kerja kerasnya tak selalu berbanding lurus dengan penghasilan yang didapat. Dalam sehari, ia hanya mampu membawa pulang uang sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu.
"Sebenarnya tidak cukup, saya atur saja supaya bisa bertahan," ujar Ayu saat ditemui telisik.id di pinggir jalan sekitar Kelurahan Anduonohu, Kamis (11/6/2026).
Dari enam anak yang dimilikinya, tiga di antaranya masih berusia di bawah 10 tahun dan masih membutuhkan perhatian serta biaya hidup yang tidak sedikit.
