Baca Juga: Kisah Suparno, Mencari Rezeki Ramadan di Tengah Padatnya Kota Kendari
Menjalani kehidupan sebagai pemulung bukan hanya soal mencari nafkah. Ayu mengaku kerap menghadapi berbagai kesulitan, mulai dari kondisi kesehatan hingga tidak memiliki uang sama sekali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Banyak sekali suka dukanya. Kadang sakit, kadang tidak ada uang sama sekali," katanya.
Rute pencarian barang bekas yang ditempuhnya pun cukup jauh. Ia biasa berjalan kaki atau berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, mulai dari kawasan Bundaran Gubernur, Citraland, Jembatan Tripping, Pasar Baru hingga wilayah Kecamatan Mandonga.
"Kadang dari sini ke Citraland sampai Jembatan Tripping. Kalau tidak, ke Pasar Baru. Kadang juga putar sampai sekitar SMP 10," tuturnya.
