"Walaupun tidak laku tapi kita tetap bersyukur, karena jaman sekarang banyak para pedagang selalu mengeluh. Itu sebabnya kurang bersyukur atas pemberian Tuhan sama kita," tutur Nanang.

Sudah sepuluh tahun Kakek tersebut berdagang parang kebun, parangya pun dihargai dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

Baca Juga: Pukul Kaca Mobil, Preman di Soppeng Tewas Dikeroyok Massa

Selain itu, Kek Nanang saat ini bertempat tinggal di Kecamatan Andolo, Konawe Selatan. Ia pun harus mengendarai motor dari pagi buta dengan jarak satu jam untuk menjual dagangannya tersebut di Kota Kendari.

Dengan jarak tempuh demikian, ia tak banyak mengeluh, walaupun terkadang tak jarang dagangannya itu sangat sepih peminat.