Politisi kelahiran Kendari, 16 Agustus 1972 ini kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif Kota Kendari pada pemilu 2024. Ia masih mempertahankan posisi ini karena persiapannya untuk naik tingkat ke DPRD provinsi belum cukup matang.

“Alasan saya masih bertahan di tingkat kota karena saya harus mengukur kemampuan pribadi dulu. Jikalau saya mau naik ke tingkat provinsi, itu membutuhkan persiapan yang jauh lebih besar ketimbang di kota. Dan kalau saya naik di provinsi, tentunya ruang dan waktu itu sudah pasti ada perbedaan dibanding di kota,” jelas Ashar, Sabtu (6/1/2024).

Diketahui, untuk Pemilu 2024 ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari menetapkan jumlah daerah pemilihan (dapil) dan jumlah kursi DPRD Kota Kendari masih sama dengan Pemilu 2019 lalu, dengan jumlah 5 dapil serta 35 kursi.

Dapil Kota Kendari 1 terdiri dari Kecamatan Mandonga-Puuwatu, Kota Kendari 2 yaitu Kecamatan Kendari-Kendari Barat, Dapil Kota Kendari 3 yaitu Kecamatan Poasia, Abeli dan Nambo, Dapil Kota Kendari 4 yaitu Kecamatan Baruga dan Kambu, dan Dapil Kota Kendari 5 meliputi Kecamatan Wua-Wua dan Kadia.

Namun jika dilihat dari jumlah kursinya, La Ode Ashar mengatakan bahwa KPU bermain curang sebab kursi untuk Dapil Kendari-Kendari Barat ditarik ke Dapil Kadia-Wuawua.