“Pemilu tahun 2014 lalu jumlah kursi Dapil Kendari-Kendari Barat ada 9, dan sekarang tinggal 7 kursi. Teman-teman KPU itu curang, karena kursi di Dapil Kendari-Kendari Barat ditarik ke Kadia-Wuawua, padahal wajib pilih untuk Kendari-Kendari Barat itu besar. Harusnya minimal 8 kursi,” tambahnya.
Selama 10 tahun menjadi anggota DPRD Kota Kendari, La Ode Ashar sudah banyak melakukan kerja nyata untuk konstituennya. Di Kecamatan Kendari, ada karya fenomenal yang dibiayai secara pribadi yaitu listrik gratis dan sudah berjalan beberapa tahun belakangan hingga saat ini.
Salah seorang warga Kelurahan Manggadua, Serli, menyatakan bahwa La Ode Ashar selama menjabat sebagai wakil rakyat, sudah banyak pembangunan yang ia lakukan, salah satunya adalah listrik gratis.
"Saya salah satu warga yang mendapatkan listrik gratis, walaupun belum lama ini saya dapatkan, tapi memang jauh sebelum mendekati pemilu sudah banyak yang mendapatkan manfaat listrik gratis, khususnya warga Kelurahan Mangga Dua," kata Serli.
Tidak hanya itu, La Ode Ashar juga sering mengunjungi konstituen di dapilnya untuk mendengarkan harapan dan keinginan mereka. Karena di momen itu, masyarakat punya kesempatan untuk mengajukan beberapa program pembangunan yang betul-betul dibutuhkan.
