Yaitu strategi pembangunan berbasis sektor pertanian, kelautan-perikanan, dan peternakan yang terintegrasi secara vertikal dengan industri pengolahan dan pasar.

“Kami ingin Bombana menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tenggara, yang berangkat dari kekuatan desa, potensi lahan, laut, dan SDM-nya,” ujar Bupati dalam sesi akhir konferensi pers.

Pemerintah Kabupaten Bombana berhasil menunjukkan bahwa 100 hari pertama bukan sekadar laporan administratif, tetapi wujud dari pemerintahan yang bekerja cepat, terukur, dan berpihak kepada rakyat.

Semua pihak termasuk masyarakat, DPRD, akademisi, dunia usaha, dan media massa—diajak untuk mengawal bersama visi Bombana lima tahun ke depan.

“Kami tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton. Bombana milik kita bersama, dan mari kita bangun bersama-sama,” tutup Wakil Bupati. (Adv-B)