Frans, salah satu pendukung setia H2N dalam postingan status di salah satu group Facebook menulis, H2N tidak pernah menjanjikan program 100 hari kerja. Tidak semua pemimpin harus ada program 100 hari kerja.

Baca Juga: Sebut Banyak Lahan Kosong Dibiarkan Tidur, Gubernur Minta Pemuda NTT Ambil Peran

Ia lantas menilai FPM merupakan kelompok barisan para goblok dan tolol.

"FPM ini masih bodoh dan dungu. Mereka tidak ikut perkembangan kepemimpinan H2N selama ini maupun waktu kampanye. Jika ada janji baru ditagih, kalau tidak ada janji ngapain kalian evaluasi," tulis Frans.

Saking geramnya, ia pun menganggap FPM tak paham arti kata evaluasi.