Luasnya dampak multidimensi dari wabah tersebut menggerakkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk berada di lini terdepan melayani jutaan masyarakat Indonesia dan dunia yang terdampak.

Sejak Maret hingga akhir Juli ini, tercatat sekitar 250 ribu aksi kemanusiaan dilakukan dan menjangkau 26 provinsi di Indonesia dan lima negara terdampak krisis kemanusiaan.

Aksi tersebut meliputi layanan kesehatan dan disinfeksi, rangkaian program pemenuhan kebutuhan pangan, hingga pemberdayaan bagi masyarakat yang terkena dampak sosial ekonomi dari pandemi.

"Aksi ini melibatkan ratusan ribu dermawan, puluhan ribu relawan dan ratusan karyawan di 43 kantor cabang ACT di 34 provinsi, dengan menaati peraturan pemerintah dalam menjalankan protokol penanganan COVID-19," tuturnya.

Ibnu menyampaikan, masifnya penanganan dampak COVID-19 tidak terlepas dari mendesaknya kebutuhan masyarakat selama pandemi, utamanya medis dan pangan.