Meski telah menjalankan usaha selama lebih dari satu dekade, Erwin masih menghadapi kendala dalam pengembangannya. Salah satunya adalah keterbatasan media promosi yang digunakan untuk memperkenalkan jasa jahit kepada masyarakat.
Ia juga berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap usaha yang telah dijalankannya sejak 2015. Menurut Erwin, pihak terkait beberapa kali melakukan peninjauan dan meminta kelengkapan data, tetapi hingga kini belum ada bantuan yang diterimanya.
"Harapanku semoga dapat bantuan dari pemerintah karena sejak 2015 itu sudah beberapa kali pihak terkait datang melakukan peninjauan, mengambil berkas sampai datang ambil dokumentasi, tetapi sampai saat ini belum ada perubahan ataupun bantuan," ujarnya.
Selama 11 tahun, Erwin mempertahankan usaha jahit sambil menyelesaikan pendidikan hingga jenjang magister. Kini, keterampilan yang diperolehnya sejak SMK menjadi sumber penghasilan sekaligus membuka ruang bagi orang lain untuk belajar dan bekerja.
Penulis: Bunga Raja
