Bukan hal mudah, tutur Ichwan, untuk meyakinkan masyarakat agar mereka kembali mau memanfaatkan lahannya sebagai area persawahan. Dibutuhkan perjuangan dengan cara memotivasi mereka melalui mimbar masjid dan musyawarah desa.

"Awalnya sangat sulit meyakinkan warga, tidak sedikit warga yang menyindir dan nyinyir. Tapi untuk meyakinkan mereka, saya juga turun langsung menggarap sawah dan alhamdulillah dua tahun terakhir perlahan warga sudah mulai bergerak kembali bersawah," bebernya.

Kini, keinginannya mengembalikan kejayaan desanya sebagai salah satu lumbung padi pada masa lalu mulai tampak meski belum sesuai harapan.

"Hasil panen perdana tahun lalu sekitar 230 karung gabah dengan luas area tanam sekira 50 persen, sementara tahun ini belum bisa diprediksi karena masih proses panen dengan luas area tanam sekitar 75 persen. Semoga hasilnya maksimal," tukasnya.

Ichwan menuturkan, keberhasilan masyarakat saat ini tidak lepas dari sumbangsih Dinas PUPR Kolut yang telah membangun irigasi pengairan persawahan. Walaupun belum optimal, tapi sudah ada volume air yang masuk ke sawah warga.