Baca Juga: Mahasiswa Universitas Nurul Jadid akan Mengabdikan Diri pada Masyarakat Wakatobi
"Kami siapkan pemateri-pemateri kompeten sehingga para kepala desa memiliki pondasi dasar menjalankan pemerintan yang baik dan jauh dari tindak korupsi karena yang dikelola ada anggaran besar dan sangat sensitif apalagi tidak sedikit kita menyaksikan kepala-kepala desa tersandung korupsi. Kami tidak inginkan di Bombana terjadi, maka kami siapkan mental mereka untuk melakukan yang terbaik untuk masyarakat," pungkasnya.
Arsidin, Kepala Desa Tirongkotua, salah satu peserta orientasi menuturkan, sebagai kepala desa yang baru saja terpilih dan dilantik pada bulan April 2022 lalu, selama 2 bulan (Mei-Juni) menjalankan pemerintahan dengan tangan hampa sambil melakukan koordinasi.
"Melalui pembakalan ini saya mendapatkan pengetahuan tentang pemerintahan apalagi saya dari masyarakat biasa yang belum pernah terlibat dalam struktur pemerintahan desa. Semua materi dan petunjuk tentang tata kelola pemerintah desa kami tampung sebagai pondasi dalam menjalankan pemerintahan membangun desa yang baik dan bersih," pungkasnya. (B)
Penulis: Hir Abrianto
