Tingginya partisipasi pemilih itu, menempatkan Muna urutan pertama di Pilkada Sultra. Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari pemilih yang menyalurkan hak suaranya di TPS merasa aman, cuaca mendukung, DPT sesuai fakta dan dokumen serta didukung aparat kepolisian yang memberikan pengamanan hingga ke TPS.

"Faktor itulah yang mempengaruhi tingginya partisipasi pemilih, jadi bukan dibuat-buat," ungkapnya.  

Dibalik tingginya partisipasi pemilih, Muna juga menempati urutan terendah DPT. Dimana, jumlah DPT pada Pileg 2019 sebanyak 145.594. Lalu, DPT Pilkada 2020 berkurang menjadi 143.128. Menurut Nggasri, menurunya jumlah DPT itu, berarti data pemilih yang memenuhi syarat (MS) makin teratur.

"Data pemilih terus kita perbaiki. Bagi yang tidak memenuhi syarat (TMS) seperti meninggal, pindah penduduk dan perubahan status dari pelajar menjadi anggota TNI/Polri, langsung dicoret," pungkasnya. (B)

Reporter: Sunaryo