Di tempat terpisah, Camat Wawotobi, Hanibal, juga merasa heran dengan masuknya Kelurahan Ranoeya menjadi salah satu daerah yang dikategorikan kemiskinan ektrem. Ia menyebut, jika dilihat dari pemukiman penduduknya, tidak ada yang kumuh dan juga masyarakatnya bekerja.

Baca Juga: Pemda Bombana Buka 500 Kuota Beasiswa Mahasiswa, Pendaftaran Mulai 8 Agustus

"Saya dengan Pak Lurah juga bingung kenapa bisa Ranoeya dikategorikan kemiskinan ektrem, sementara orang di sana kerja dan rumahnya juga bagus-bagus," tandasnya.

Diketahui, berikut ini 13 desa dan kelurahan yang masuk ketegori kemiskinan ektrem: Desa Andomesinggo Kecamatan Besulutu, Desa Asaki Kecamatan Lambuya, Desa Wonua Monapa Kecamatan Pondidaha, Desa Lalousu Kecamatan Wonggeduku, Desa Wawohine, Lalonona dan Puasana Kecamatan Amonggedo.

Kemudian, Desa Wonggeduku Kecamatan Wonggeduku Barat, Kelurahan Ranoeya dan Desa Nario Indah Kecamatan Wawotobi, Kelurahan Unaasi Kecamatan Anggaberi, Desa Latoma Jaya Kecamatan Latoma, Desa Asao Kecamatan Tongauna. (B-Adv)