Pembangunan listrik perdesaan tersebut, kata dia, menyasar sebanyak 28.023 Kepala Keluarga yang tersebar di 21 kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Manager PLN Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko mengaku, pembangunan listrik perdesaan menghadapi kondisi yang cukup menantang, karena banyak desa di wilayah pelosok dengan kondisi topografi berbukit, curam, serta akses jalan yang masih sulit dilewati, serta cuaca ekstrem.

Namun dengan dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah dan masyarakat, kata dia, pembangunan terealisasikan hingga masyarakat dapat menikmati listrik PLN.

Ia mendorong masyarakat desa yang sudah terjangkau jaringan listrik PLN agar dapat menyambung listrik ke rumah masing-masing, serta memanfaatkan energi listrik secara optimal untuk menggerakkan berbagai sektor pembangunan untuk kemajuan desa. (B)

Penulis: Berto Davids