Hal ini berdasarkan ayat Al-Qur’an: Artinya, “Siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya,” (QS. An-Naml [27]: 62).

10. Orang yang tidur dalam keadaan suci dan berzikir mengingat Allah

Sesuai dengan hadis riwayat Ahmad dari Mu ‘adz ibn Jabal, disampaikan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: “Tidaklah seorang Muslim tidur dalam keadaan berzikir dan suci, kemudian terbangun di waktu malam dan memohon kebaikan dunia dan akhirat, kecuali Allah akan mengabulkan permintaannya.”  

Makbulnya doa orang yang bangun tidur juga disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad dan ‘Ubadah ibn Shamit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan bahwa siapa saja yang terbangun malam, lalu membaca:

Laailaaha illallah wahdahu laa syarikalahu lahulmulku wa lahulhamdu wahuwa alaa kulli syai'in qadiir. Subhanallah, walhamdulillah, wallahu akbar, walaa hawla wala quwwata illaa billah (Tiada tuhan selain Dia semata, yang tiada sekutu bagi-Nya, Dzat yang maha memiliki kerajaan, Dzat yang maha memiliki segala pujian. Dan Dia adalah Dzat yang maha kuasa atas segala sesuatu. Maha suci Allah. Segala puji milik Allah. Allah maha besar. Tidak daya dan kekuatan selain karena pertolongan-Nya.) Kemudian mengucap: Allahummaghfirli (Ya Allah, ampunilah aku).