Ia menambahkan, sepanjang dinamika penyelenggaraan terdapat 35 petugas yang sakit, enam diantaranya wafat sebelum prosesi pemungutan suara karena memiliki penyakit komorbid.

"Lalu satu pemilih wafat saat melakukan pemungutan suara di TPS," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Gubernur Andap mengucapkan belasungkawa sekaligus mengajak peserta kegiatan untuk mendoakan para syuhada yang wafat.

"Rasa belasungkawa saya yang mendalam terhadap petugas maupun pemilih yang wafat saat berlangsungnya pesta demokrasi tahun 2024 ini, saya juga mengajak rekan-rekan untuk mendoakan syuhada yang telah meninggalkan kita terlebih dahulu," ujar Andap.

Andap juga mengucapkan terima kasih kepada KPU dalam hal penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 ini.