Mengenai seleksi mahasiswa, Ngii menjelaskan, proses seleksi dilakukan oleh perusahaan-perusahaan ternama di Jerman yang bekerja sama dengan fakultas. Mahasiswa-mahasiswa ini berasal dari Jurusan Teknik Sipil sebanyak 13 orang dan Jurusan Teknik Elektro 1 orang, semuanya memiliki kualifikasi akademik yang unggul.

Salah satu keunikan program ini adalah fokus pada kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa. Ia menekankan, bahasa Inggris adalah persyaratan utama karena mahasiswa akan berhadapan langsung dengan perusahaan-perusahaan global.

"Ketika mereka kembali, mereka tidak hanya membawa pengalaman berharga, tetapi juga sertifikasi kompetensi yang diakui oleh industri saat ini," ucapnya.

Program magang ini, yang berlangsung selama 3 bulan, merupakan bagian dari inisiatif Fakultas Teknik UHO untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif. Menurut Ngii, program ini juga sejalan dengan filosofi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh pemerintah.

Dalam wawancaranya, Kepala Jurusan Teknik Sipil UHO, Lawelendo, menekankan pentingnya dukungan dari jurusan dalam persiapan mahasiswa untuk magang internasional.