Sementara itu, Riswandi (30) anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) bersama dua orang warga yang melakukan pencarian mengungkapkan, jika kondisi korban sangat lemas dan tidak berdaya saat pertama kali ditemukan.
"Sebenarnya kami sudah putus asa mencari korban dan berniat untuk pulang, karena kondisi juga sudah sore dan berniat melakukan pencarian hari Kamis, namun di tengah perjalanan pulang kami melihat sebuah perahu yang ternya itu adalah perahu korban. Pertama kali kami temukan kondisi korban sangat lemas dan tidak berdaya, korban sempat menangis," ungkap Riswandi.
Korban lanjutnya ditemukan di sekitar perairan Palopo (Luwu) Teluk Bone sekira pukul 16.00 Wita. Setelah 15 jam hilang terbawa arus.
Ditempat terpisah Kepala Desa Kalu-kaluku, Rony Bambang, SP., MM menguraikan, bahwa kejadian ini merupakan yang ke lima kalinya, dia mengimbau agar sebelum melaut terlebih dulu melihat kondisi cuaca dan kondisi perahu.
"Mayoritas warga Dusun III pelaut dan kita tidak bisa melarang mereka karena ini kebutuhan hidup hanya saja kami selalu berpesan agar sebelum melaut terlebih dulu melihat kondisi, baik cuaca maupun perahu, selain itu saya juga menghimbau agar warga yang hendak melaut membawa alat komunikasi sehingga kalau ada sesuatu itu bisa berkomunikasi langsung ke pemerintah setempat atau keluarga," ucap Rony.
