Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama terkait keterbatasan permodalan serta kebutuhan percepatan digitalisasi layanan.

“Kami masih menghadapi keterbatasan permodalan dan belum memiliki fasilitas ATM, sehingga ini menjadi perhatian dalam pengembangan ke depan,” ujarnya.

Selain itu, penyesuaian terhadap regulasi, termasuk penerapan standar akuntansi terkait pencadangan kerugian, juga menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Baca Juga: RUPS-LB jadi Momentum Transformasi BPR Bahteramas Kendari

Untuk menjaga kepercayaan masyarakat, BPR Bahteramas Kendari terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga integritas.